Selasa 04 Apr 2023 15:44 WIB

Ekonomi Naik, tak Ada Larangan Mudik dan Cuti Bersama, Jadi Faktor Lonjakan Pemudik

Pergerakan masyarakat untuk mudik pada tahun ini meningkat 44 persen. 

Rep: Intan Pratiwi / Red: Agus Yulianto
Sejumlah penumpang menaiki bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta,Ahad (2/4/2023). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kesiapan jelang mudik Lebaran tahun 2023 dimana berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2023 terdapat potensi 123,8 juta orang warga Indonesia akan melakukan mudik atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 85 juta orang.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Sejumlah penumpang menaiki bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta,Ahad (2/4/2023). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kesiapan jelang mudik Lebaran tahun 2023 dimana berdasarkan Survei Angkutan Lebaran 2023 terdapat potensi 123,8 juta orang warga Indonesia akan melakukan mudik atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 85 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi mudik lebaran tahun ini akan signifikan dibandingkan tahun lalu. Dia memprediksi, pergerakan masyarakat untuk mudik pada tahun ini meningkat 44 persen dibandingkan tahun lalu secara nasional.

"Mudik tahun ini akan signifikan. Ekonomi naik, tidak ada larangan mudik. Adanya cuti bersama. Jadi ini akan jadi momen mudik yang dinanti masyarakat," ujar Budi di Komisi V DPR RI, Selasa (4/4/2023).

Budi juga menjelaskan, khususnya warga Jabodetabek juga akan melakukan mudik,  mayoritas ke arah Jawa Tengah. Kata dia, akan ada peningkatan 27 persen masyarakat yang akan melakukan mudik pada tahun ini.

"Khususnya jalur darat, ini akan naik signifikan sampai 75 persen dibandingkan tahun lalu," kata Budi.

Pemudik yang menggunakan mobil, kata Budi mencapai 27,32 kendaraan. Sedangkan untuk motor, meskipun pemerintah sudah mengimbau untuk tidak melakukan mudik menggunakan motor, tetapi diprediksi pemudik yang akan menggunakan motor roda dua bisa mencapai 25,13 juta masyarakat.

"Ini kami harus optimalkan. Khususnya, kami melakukan perhatian penuh di cipali, dan kami juga imbau mudik motor ini jangan mudik menggunakan motor, karena risikonya tinggi," ucap Budi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement