Rabu 10 May 2023 11:26 WIB

Hati-Hati, Jabar Belum Endemik Covid-19

Artinya, virus ini masih menjadi perhatian bersama di wilayah Jabar. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi memberikan keterangan kepada awak media.
Foto: Republika/Dea Alvi Soraya
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Nina Susana Dewi memberikan keterangan kepada awak media.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Meskipun saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan endemi, kasus Covid-19 di Jawa Barat (Jabar) belum berakhir. Oleh karena itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jabar, Nina Susana, pihaknya memastikan saat ini status pandemik masih diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar. 

"Belum dicabutnya status pandemik Covid-19 sendiri mengikuti langkah dari pemerintah pusat. Jadi, aturan penanganan Covid-19 masih mengikuti pemerintah pusat," ujar Nina, Rabu (10/5/2023). 

Baca Juga

Namun, menurut Nina, kasus Covid-19 sendiri nantinya akan menjadi penyakit biasa. Hanya saja, saat ini status pandemik Covid-19 masih diterapkan. Artinya, virus ini masih menjadi perhatian bersama di wilayah Jabar. 

"Kalau sudah endemi itu bisa dianggap seperti penyakit biasa, tapi karena ini masih dalam masa transisi dan pemerintah juga belum menyatakan endemi, tapi kita tetap harus hati-hati," katanya.

 

Nina mengaku dirinya juga telah mendengar kabar endemi dari WHO. Tapi, hal ini belum bisa diterapkan di 27 kabupaten dan kota yang ada di Jabar. Karena, pemerintah pusat sendiri masih belum menetapkan status yang sama. 

"Kalau mendengar kabar dari WHO memang kita sudah tahu endemik tapi tentu kita akan mengikuti aturan endemi yang ada di Indonesia. Tapi Kemenkes menyatakan ini masih dalam masa transisi," katanya. 

Melihat pergerakan terbaru kasus Covid-19 yang ada di Jabar, menurut Nina, status transisi memang tepat diterapkan untuk Jabar. Sebab, beberapa hari kemarin kasus Covid-19 di Jabar mengalami peningkatan. 

"Di Jabar, sebetulnya masih ada peningkatan walaupun tidak signifikan seperti delta dulu, tapi ini jelas ada peningkatan dan BOR juga meningkat tapi kalau kita lihat situasinya ini tidak mengkhawatirkan karena kita sudah sekitar 90 persen vaksin pertama, yang kedua juga sudah tinggal, dah tinggal booster," ujarnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil merasa optimistis Jabar bisa bangkit dan kembali normal dari pandemik Covid-19. Hal ini menyusul adanya kabar WHO yang sudah menetapkan status endemik Covid-19. Namun, dia juga tetap mendorong masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas. 

"Saya laporkan karena WHO sudah mencabut status pandemi, artinya hidup kita insyaallah akan normal lagi. Tapi ini menjadi pelajaran mohon selalu peduli dengan kesehatan, higienitas, dan kebersihan. Insya Allah kalau itu dilakukan, negara ini akan luar biasa," katanya memaparkan. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement