Kamis 18 May 2023 10:14 WIB

Kasus Kredit BPR KR Indramayu, Nasabah Terpaksa Ngutang demi Berangkat Haji

Tabungan nasabah calon jamaah haji tersebut belum bisa ditarik dari BPR KR.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Calon jamaah haji (calhaj).
Foto: ANTARA/Dedhez Anggara
(ILUSTRASI) Calon jamaah haji (calhaj).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU — Kasus kredit macet di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja (KR) Indramayu berdampak terhadap penarikan uang tabungan nasabah. Hingga kini, uang tabungan tak kunjung bisa dicairkan.

Hal itu dikeluhkan Sari Ratu (49 tahun), nasabah BPR KR yang sudah mendaftar menjadi calon jamaah haji (calhaj). Niatnya bersama sang suami untuk menunaikan ibadah haji nyaris kandas karena uang tersimpan di BPR KR.

Baca Juga

“Ya karena uangnya enggak ada,” kata Sari, saat ditemui Republika di Islamic Center Indramayu, Jawa Barat, Rabu (17/5/2023).

Namun, Sari mengatakan, berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji sudah ditunggu-tunggu sejak 2012. Karena itu, ia dan suaminya bertekad untuk mengupayakan agar bisa tetap menunaikan ibadah haji.

“Jadi, ini kita minjem-minjem (uang) karena kita menunggu sudah sejak 2012, masa enggak berangkat? Kita kan belum tahu ke depannya bagaimana,” ujar perempuan asal Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu itu.

Selain berutang, Sari juga menggunakan modal usaha bengkelnya untuk kebutuhan pelunasan biaya haji. Meskipun usaha bengkelnya tetap berjalan, sempat tersendat karena modalnya berkurang. “Tetap berangkat (haji), pakai uang modal dan minjem-minjem,” ujar Sari.

Sari bersama suaminya sudah melunasi biaya haji. Namun, ia juga membutuhkan uang untuk membeli berbagai keperluan haji. Ia dan suaminya pun harus meninggalkan uang untuk ketiga anaknya, yang akan ditinggalkan di rumah selama perjalanan ibadah haji.

“Tolong Ibu Bupati (Bupati Indramayu, selaku kuasa pemilik modal BPR KR), (uang nasabah) segera dicairkan. Nasabah lainnya juga sama, memerlukan uang mereka, ada yang untuk berobat dan keperluan lainnya,” kata Sari.

Sari mengaku berangkat menunaikan ibadah haji bersama keluarganya, total tujuh orang. Menurut dia, semuanya juga merupakan nasabah BPR KR.

Jika ditotal, uang milik Sari dan anggota keluarganya yang tersimpan di BPR KR mencapai sekitar Rp 400 juta. Uang tersebut sebelumnya sengaja disimpan di BPR KR untuk kebutuhan berangkat haji dan lainnya.

Menurut Sari, anggota keluarganya memang bisa tetap diberangkatkan haji tahun ini. Namun, sama seperti Sari, anggota keluarganya juga harus melakukan berbagai upaya agar bisa tetap berangkat haji.

Sari berharap dan berdoa agar uang tabungannya yang tersimpan di BPR KR bisa segera dicairkan. Selama ini, dia dan nasabah lainnya sudah menempuh berbagai upaya agar uang tabungan bisa ditarik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement