Ahad 21 May 2023 19:27 WIB

4.353 Calhaj Jabar Belum Lunasi Bipih, Kemenag: Ada Jamaah Cadangan

Ada ratusan calhaj yang meninggal dunia dan beralasan tengah sakit.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Irfan Fitrat
Calon jamaah haji (Calhaj) 2023 asal Kota Bandung mengikuti bimbingan di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2023).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Calon jamaah haji (Calhaj) 2023 asal Kota Bandung mengikuti bimbingan di Masjid Pusdai, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Dari kuota 38.296 calon jamaah haji (calhaj) asal Provinsi Jawa Barat (Jabar) 2023, sebanyak 33.943 orang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Sementara 4.353 orang belum melunasi Bipih, dengan berbagai alasan.

Batas akhir pelunasan Bipih sempat diperpanjang sampai 19 Mei 2023. Menurut Ketua Tim Peningkatan Layanan Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jabar, Amri Yusri, waktu pelunasan Bipih ditutup pada Jumat (19/5/2023), pukul 15.00 WIB, sesuai dengan waktu transaksi di bank.

“Calon jamaah haji yang tidak melunasi memang jumlahnya 4.353. Jumlah ini sudah final karena perpanjangan pelunasan Bipih sudah berakhir,” kata Amri.

Kepala Kanwil Kemenag Jabar Ajam Mustajam menjelaskan, dari 4.353 orang, ada 250 calhaj yang meninggal dunia dan 441 orang berasal sakit, sehingga Bipih tidak lunas.

 

Sementara 779 orang belum siap melunasi Bipih, 919 orang menunggu pendamping, dan 987 orang masih kurang persiapan, seperti belum mengikuti bimbingan manasik.

Adapun sekitar 820 orang, menurut Ajam, kartu tanda penduduk (KTP) dan alamat calhaj itu tidak ditemukan.

“Untuk yang KTP dan alamat calon haji yang tidak ditemukan, kami menduga karena dulu ada dana talangan dari bank. Karena calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini rata-rata yang mendaftar pada akhir tahun 2012 dan awal 2013 lalu. Saat itu memang ada program dari bank asal bisa memberikan dana talangan untuk dapat kursi haji,” kata Ajam.

Menurut Ajam, Kanwil Kemenag Jabar pun melakukan penelusuran. “Bisa jadi alamat itu memang calon jamaah haji dari luar provinsi, tapi kami pastikan nyaris tidak ada. Kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit,” katanya.

Ajam mengatakan, Kanwil Kemenag Jabar mencatat total 33.943 calhaj yang melunasi Bipih, dari kuota 38.296 orang. Berarti ada sisa kuota yang disiapkan untuk calhaj cadangan.

“Hingga batas perpanjangan pelunasan biaya haji pada 19 Mei 2023, jumlah calon jamaah haji yang melunasi memang tidak semua dari kuota yang ditentukan. Solusinya kan ada calon jamaah haji cadangan,” ujar Ajam.

Menurut Ajam, jumlah calhaj cadangan sebanyak 5.134 orang atau lebih 781 orang dari kuota yang tersisa. “Yang 781 ini akan mengisi jamaah yang nanti tertunda keberangkatan selama operasional haji,” kata Ajam.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement