Rabu 24 Jul 2024 20:40 WIB

Bangunan Madrasah RA di Tasikmalaya Ambruk, Santri Diliburkan Sementara

Kemenag menginventarisir kondisi bangunan madrasah untuk pengajuan bantuan

Rep: Antara/ Red: Arie Lukihardianti
Bangunan Ambruk (ilustrasi)
Foto: pdk.co.id
Bangunan Ambruk (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA--Bangunan madrasah Raudlatul Athfal (RA) Muhammad Ramdhan di Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya yang ambruk. Menurut Kepala RA Muhammad Rhamdan, Ana Yuliana, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, karena saat kejadian sedang tidak ada kegiatan belajar mengajar.

Akibat kejadian itu, kata dia, menyebabkan kondisi bangunan tidak bisa lagi digunakan kegiatan belajar mengajar. Sehingga sementara waktu siswa diliburkan. Ke depannya, bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda atau di bangunan terdekat.

Baca Juga

"Kami lakukan meminta permohonan untuk peminjaman ruangan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), dan alhamdulillah ada madrasah  menawarkan penggunaan peminjaman untuk KBM," ujar Ana di Tasikmalaya, Rabu (24/7/2024).

Mengetahui kondisi ini, Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, melakukan inventarisasi kondisi bangunan madrasah tersebut agar bisa dilakukan pengajuan bantuan rehabilitasi. Sehingga, bangunan madrasah tersebut kembali digunakan kegiatan belajar mengajar.

"Sudah diinventarisasi untuk melaporkan ke atasan langsung," ujar Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Tasikmalaya Sarifudin.

Ia menuturkan, Kemenag Kota Tasikmalaya sudah mendapatkan laporan adanya empat ruang bangunan RA Muhammad Ramdhan di Jalan Kutaresik Jati, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Selasa (23/7) pagi. Hasil inventarisasi sementara, kondisi bangunan sekolah itu sudah tidak bisa digunakan karena bangunan atapnya roboh, begitu juga peralatan sekolah yang berada di dalam bangunan itu rusak.

Ia menyampaikan, tahapan selanjutnya Kemenag berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya agar sekolah tersebut mendapatkan bantuan rehabilitasi bangunan. "Nanti kita akan coba perjuangkan untuk mendapatkan bantuan, melihat kondisi seperti itu harus rehab," katanya.

Ia mengatakan, bangunan madrasah itu merupakan milik yayasan yang seharusnya kewenangan yayasan, meski begitu Kemenag Kota Tasikmalaya berupaya untuk memberikan bantuan.

Program perbaikan madrasah tingkat RA itu, kata dia, sebelumnya pernah juga dilakukan di Kecamatan Kawalu yang kondisinya sama ambruk sebanyak tiga kelas.

"RA di Kawalu itu roboh, dapat bantuan lokal, rusaknya tiga lokal, sama dengan hal ini, tapi dapat bantuan setelah kita ajukan, kita ajukan dulu secepatnya, ada dana taktis," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement