Kamis 15 Jun 2023 19:48 WIB

FT Unpas Bantu Petani di Cimenyan Pantau Budidaya Tanam Pakai Internet 

Budidaya bersifat komplementar karena tidak mengganggu pola pertanian yang sudah ada.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Fakultas Teknik Universitas Pasundan (FT Unpas) mengembangkan Sistem Hidroponik Berbasis Internet of Things untuk memantau tanaman.
Foto: dok. Republika
Fakultas Teknik Universitas Pasundan (FT Unpas) mengembangkan Sistem Hidroponik Berbasis Internet of Things untuk memantau tanaman.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Fakultas Teknik Universitas Pasundan (FT Unpas) mengembangkan budidaya tanam yang bisa dipantau melalui internet. Yakni, Sistem Hidroponik Berbasis Internet of Things. Alat tersebut, kini dimanfaatkan oleh para petani di Desa Cimenyan itu bahkan menjadi salah satu finalis dalam kompetisi Lomba Desa se Jawa Barat.

“Pengembangan budidaya tanam berbasis internet ini mengikuti perkebangan informasi teknologi saat ini khususnya masa Industri 4.0. Sebagai fakultas keteknikan kami pun mulai mengembangkan budidaya tanam ini, karena mayoritas penduduk kita adalah petani, “ ujar Ketua Tim Muhammad Tirta Mulia, ST MT Kamis (15/6/2023).

Sistem Hidroponik Berbasis Internet of Things dibuat Tirta bersama rekannya Ferry Mulyanto, ST MKom yang juga merupakan dosen di FT Unpas. Yakni, sebagai bagian dari hibah internal Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) kepada para Dosen di lingkungan Fakultas Teknik Unpas. 

Sistem Budidaya tanam berbasis internet ini, kata Tirta, dikembangkan selama enam bulan sejak Desember Tahun 2022. Saat ini, sudah mulai dimanfaatkan oleh petani di Cimenyan untuk bertanam hidroponik. Bahkan dari pemafaatan alat tersebut para petani berhasil menjadi Juara 1 pada Lomba Desa se-Kabupaten Bandung tahun 2023. 

Tirta menjelaskan, kelebihan Budidaya Berbasis Internet of Things yakni sebagai alternatif media tanam dan komoditas. Selain itu, budidaya bersifat komplementar karena tidak mengganggu pola pertanian yang sudah ada. 

“Selain semua bisa dipantau melalui media internet, dengan alat ini maka budidaya akan sangat hemat lahan dan air, karena bisa vertikal. Bertani pun fully automated artinya semua sudah diatur sendiri dalam system seperti debit air, kadar nutrisi, tingkat keasaman air, hingga cahaya UV diatur oleh system,” ujarnya.

Menurutnya, alat yang dikembangkan dari nilai hibah internal dosen Fakultas Teknik Unpas senilai total tiga puluh juta rupiah tersebut, kini sudah mulai dinikmati oleh para petani di Cimenyan. Bahkan, akan menjadi salah satu salah satu finalis dalam kompetisi Lomba Desa se Jawa Barat mewakili Kabupaten Bandung.

Sementara menurut Dekan Fakultas Teknik Universitas Pasundan, Dr Yusman Taufik MP, insentif melalui program hibah internal Penlitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) kepada para Dosen di lingkungan Fakultas Teknik Unpas menjadi bagian dari program FT Unpas. 

Pada tahun ini, kata dia, salah satu mitra dari PPM Fakultas Teknik Unpas adalah Desa Cimenyan, yang terletak di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Sebelumnya Desa Cimenyan dan Fakultas Teknik Unpas telah menandatangani MoU kerjasama pada bulan Juli 2022. 

"Sehingga kami memilih desa tersebut untuk menerima hibah penelitian dosen kami,” katanya.

Menurutnya, Fakultas Teknik Unpas mendorong Desa Cimenyan untuk mengikuti ajang tersebut dengan menjadikan Sistem Hidroponik Berbasis IOT menjadi salah satu faktor unggulan dan pembeda dari desa-desa lain. 

“Alhamdulillah dengan dukungan dari Fakultas Teknik Unpas, Desa Cimenyan menjadi Juara 1 pada Lomba Desa se-Kabupaten Bandung tahun 2023. Dan Saat ini masuk menjadi lima besar Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat tinggal menunggu pemenangnya siapa,” papar Yusman. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement