Selasa 04 Jul 2023 11:31 WIB

Waduhh...Baru Menikah Sehari, Pengantin Wanita di Bogor Hilang Misterius

Sebelum menghilang korban tengah memesan ayam geprek menggunakan COD. 

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Ilustrasi seorang gadis menghilang sehari setelah menikah. (Ilustrasi)
Ilustrasi seorang gadis menghilang sehari setelah menikah. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Seorang wanita berinisial AA (21 tahun), dilaporkan menghilang sejak 27 Juni 2023. Saat ini, Polsek Rancabungur tengah melakukan penyelidikan terkait menghilangnya pengantin baru tersebut.

Kapolsek Rancabungur, Iptu Hartanto Rahim, mengatakan, penyelidikan dilakukan dengan memeriksa kerabat dekat hingga mantan kekasih korban. Diketahui, korban merupakan warga Kampung Sindang Pala, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.

“Polsek Rancabungur masih terus melakukan penyelidikan guna mendapatkan petunjuk keberadaan korban,” kata Hartanto, Selasa (4/7/2023).

Dia menjelaskan, hilangnya korban dilaporkan oleh suami korban pada 27 Juni 2023. Dari keterangan yang didapatnya dari suami korban, sebelum menghilang korban tengah memesan ayam geprek menggunakan sistem cash on delivery (COD) atau bayar di tempat pada Senin (26/6/2023) sore.

Saat itu, kata dia, korban tengah menunggu orang yang disebut akan mengantar ayam geprek tersebut ke gang sekitar rumahnya. Namun, korban tak kunjung kembali, dan ponselnya tidak dapat dihubungi.

“Maka, kami melakukan upaya penyelidikan secara mendalam atas misteri hilangnya korban,” ucapnya.

Hartanto mengatakan, tim telah memeriksa keterangan dari pelapor dan beberapa kerabat dari korban. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan kepada pria berinisial AL, yang merupakan mantan kekasih korban.

Pemeriksaan terhadap mantan kekasih korban, kata Hartanto, dilakukan karena beredar rumor bahwa korban dibawa kabur oleh mantan kekasihnya dengan motif asmara. Namun hingga saat ini, masih belum ada bukti ataupun petunjuk adanya keterlibatan mantan kekasih korban atas hilangnya korban.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi atas kasus hilangnya korban, apalagi menyebarkan informasi yang tidak valid di media sosial,” ucap Hartanto.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement