Senin 24 Jul 2023 13:32 WIB

Kebakaran di TPA Pasir Bajing Garut Berhasil Dipadamkan

Aktivitas kendaraan pengangkut sampah juga sudah beroperasi kembali.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus Yulianto
Petugas Disdamkar Garut melakukan pemadaman api dan kepulan asap di TPA Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (5/7/2023).
Foto: Dok. Disdamkar dan DLH Kabupaten
Petugas Disdamkar Garut melakukan pemadaman api dan kepulan asap di TPA Pasirbajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Rabu (5/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Kebakaran yang melanda tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, berhasil dikendalikan. Aktivitas kendaraan pengangkut sampah juga telah kembali beroperasi. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut Eded Komara mengatakan, kebakaran yang terjadi di TPA Pasir Bajing telah berhasil dikendalikan sejak Ahad (23/7/2023) sore. Sisa api yang ada telah ditimbun dengan tanah oleh petugas di lapangan.

"Kami kemarin sampai pukul 5 sore setelah sepekan lebih melakukan pemadaman, api sudah mulai mengecil dan ditimbun dengan tanah oleh tim LH (lingkungan hidup)," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Senin (24/7/2023).

Eded mengatakan, proses pemadaman berlangsung lama lantaran titik api tersebar di banyak tempat. Sementara jangkauan pemadaman cukup luas.

 

Namun, saat ini, api telah dikendalikan. Aktivitas kendaraan pengangkut sampah juga sudah beroperasi kembali sejak kemarin. Artinya, saat ini sampah sudah kembali dikirim ke TPA Pasir Bajing. 

Menurut dia, saat ini petugas dari pemadam kebakaran juga telah ditarik kembali dari TPA Pasir Bajing. Penanganan selanjutnya telah diserakan ke Dinas LH Kabupaten Garut. 

"Kalau nanti muncul api lagi, kami akan kembali menerjunkan tim untuk melakukan pemadaman. Mudah-mudahan tidak muncul lagi apinya," ujar Eded.

Dia memperkirakan, kebakaran yang terjadi di TPA Pasir Bajing sejak beberapa pekan ke belakang disebabkan adanya pembakaran oleh pihak tak bertanggung jawab. Kebakaran itu membesar karena di bawah tumpukan sampah itu terdapat gas metana.

"Kalau misal dipicu api, itu bisa cepat menimbulkan kebakaran besar," kata dia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Eded mengatakan, kebakaran di TPA Pasir Bajing itu bukan yang kali pertama terjadi. Menurut dia, hampir setiap musim kemarau kebakaran terjadi di TPA itu.

Karena itu, dia mengimbau, dinas terkait untuk melakukan antisipasi. Salah satunya adalah dengan membuat kantung air di beberapa zona dan menyediakan selang serta pompa untuk mengantisipasi sebelum terjadi kebakaran besar. 

"Mereka harus punya alat preventif untuk memadamkan api yang masih kecil," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas LH Kabupaten Garut Jujun Juansyah mengatakan, pemicu kebakaran di TPA Pasir Bajing itu diduga akibat adanya pembakaran oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement