Sabtu 12 Aug 2023 13:29 WIB

Moeldoko Kalah Telak, AHY Sebut Skor 19 : 0

Dukungan masyarakat itulah yang membuat Partai Demokrat kuat dan menjadi tegar. 

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agus Yulianto
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersiap menyampaikan keterangan pers.
Foto: Prayogi/Republika
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersiap menyampaikan keterangan pers.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Demokrat, AHY, menyebut pertarungan mereka melawan KSP Moeldoko sudah mencapai skor 19-0. Ini ditandai penolakan PK yang diajukan Moeldoko atas SK Menkumham tentang kepengurusan Demokrat.

AHY mengaku, sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memperjuangkan kedaulatan Partai Demokrat. Ia menilai, semua kerja keras itu tidak sia-sia dan telah membuahkan kemenangan.

"Alhamdulillah, berhasil memenangkan persidangan 19-0," kata AHY lewat rilis yang diterima Republika, Sabtu (12/8).

Ucapan terima kasih turut disampaikan AHY kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Ia merasa, tanpa doa dan dukungan dari segenap masyarakat Indonesia itu Partai Demokrat bisa berjuang tanpa merasa sendirian.

 

AHY menegaskan, dukungan masyarakat itulah yang membuat Partai Demokrat kuat, menjadi tegar sekaligus semakin berani untuk mencari keadilan dan kebenaran. Ia menilai, ini merupakan kemenangan semua pecinta demokrasi.

"Karena kita yakin tidak ada demokrasi tanpa suara rakyat dan tidak ada Demokrat tanpa rakyat," ujar AHY.

AHY turut mengenang perjuangan dirinya bersama pimpinan, pengurus, kader dan simpatisan Partai Demokrat. Bahkan, dia mengingatkan, tidak sedikit jenderal-jenderal dan relawan-relawan datang dalam mimbar demokrasi.

Di DPP Partai Demokrat, dia mengingatkan, hampir tiap hari ada mimbar politik maupun mimbar demokrasi yang didatangi berbagai kalangan. Maka itu, AHY berharap, kader-kader Partai Demokrat tidak melupakan perjuangan itu.

Semua itu, lanjut AHY, menjadi bagian dalam sejarah, bukan hanya bagi Demokrat, tapi sejarah demokrasi di Indonesia. Bahkan, ada pula cap darah yang dilakukan banyak kalangan untuk menjadi bagian perjuangan.

"Semua kami apresiasi dan tidak bisa membalasnya dengan apapun, selain doa terbaik bagi bapak dan ibu sekalian yang telah berkenan datang dan memberikan dukungan langsung kepada kami," kata AHY. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement