Kamis 24 Aug 2023 20:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih di Kabupaten Sukabumi Tersebar di 10 Kecamatan

Jumlah daerah yang mengalami kesulitan air bersih di Kabupaten Sukabumi bertambah.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Penyaluran bantuan air bersih.
Foto: Riga Nurul Iman
(ILUSTRASI) Penyaluran bantuan air bersih.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Jumlah daerah yang mengalami kesulitan air bersih di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan bertambah. Daerah yang kesulitan air bersih itu kini dilaporkan tersebar di sepuluh kecamatan.

“Awalnya ada lima kecamatan terdampak kekeringan dan kini terdapat lima kecamatan baru yang menyusul mengajukan untuk mendapat penyaluran air bersih,” ujar Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna, Kamis (24/8/2023).

Baca Juga

Daeng mengatakan, lima kecamatan baru yang mengajukan bantuan air bersih, yaitu Cibadak, Bantargadung, Palabuhanratu, Cisolok dan Curugkembar. Sebelumnya Kecamatan Gegerbitung, Cicantayan, Cisaat, Cikembar, dan Gunungguruh.

Kini, menurut Daeng, kurang lebih ada 17 desa yang mengalami kesulitan air bersih. Ia mengatakan, BPBD bekerja sama dengan instansi terkait berupaya memenuhi permintaan bantuan air bersih. Menurut dia, penyaluran bantuan air bersih sebelumnya sudah dilakukan, baik bagi daerah yang sudah terdata maupun belum.

Pada Rabu (23/8/2023), BPBD Kabupaten Sukabumi berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) mendistribusikan 10 ribu liter air bersih ke Kampung Kamandoran RW 10 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Menurut Daeng, Kampung Kamandoran merupakan salah satu daerah yang belum terdata sebelumnya mengalami kesulitan air bersih.

Daeng mengatakan, BPBD terus berkoordinasi dengan 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi mengenai data terkait daerah yang mengalami kesulitan air bersih atau terdampak kekeringan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement