Ahad 27 Aug 2023 20:20 WIB

Pemkab Tasikmalaya Cegah Kebakaran Kembali Terjadi di TPA Nangkaleah

Kebakaran sempat terjadi di TPA Nangkaleah beberapa hari lalu.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Petugas berupaya memadamkan kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (25/8/2023).
Foto: Dok. Tagana Kabupaten Tasikmala
Petugas berupaya memadamkan kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (25/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya, Jawa Barat, berupaya mencegah kebakaran kembali terjadi di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Nangkaleah. Warga yang beraktivitas di tempat pembuangan sampah wilayah Desa Sukasumur, Kecamatan Mangunreja, itu juga diminta tidak melakukan hal yang dapat memicu kebakaran.

Kebakaran sempat terjadi di area TPA Nangkaleah pada Jumat (25/8/2023). Menurut Kepala Bidang Lingkungan Hidup Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman  dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Aneu Susana, mengatakan, kebakaran yang dilaporkan terjadi pada Jumat petang itu sudah bisa dipadamkan pada malam harinya.

Baca Juga

“Malam harinya api sudah padam. Tidak terlalu besar luasan lahan yang terbakar,” kata Aneu, saat dikonfirmasi Republika, Ahad (27/8/2023).

Meski demikian, Aneu mengatakan, operasional pengangkutan sampah ke TPA Nangkaleah sempat dihentikan sementara pada Sabtu (26/8/2023). Pasalnya, hari itu petugas masih membersihkan sisa kebakaran, sekaligus memastikan api di area pembuangan sampah itu sudah benar-benar padam.

Aneu mengatakan, hingga kini belum bisa dipastikan pemicu kebakaran di area TPA itu. Namun, ada dugaan api berasal dari ledakan sampah. “Ada banyak kemungkinan. Misalnya, dari bekas baterai, botol parfum, dan lain-lain. Itu belum bisa dipastikan,” kata dia.

TPA Nangkaleah luas totalnya sekitar 6,28 hektare itu. Adapun area yang sudah aktifnya sekitar satu hektare. Menurut Aneu, beberapa tahun lalu sempat terjadi kebakaran yang terbilang besar di TPA ini. “Kebakaran dulu pernah lebih besar. Kalau sekarang, tak begitu besar. Masyarakat di sekitar juga tak sampai terganggu asap akibat kebakaran itu,” ujar Aneu.

Aneu mengatakan, pemerintah daerah berupaya mengantisipasi kebakaran kembali terjadi di area TPA Nangkaleah. Apalagi ada kejadian kebakaran di TPA wilayah lain.

Saat musim kemarau, menurut Aneu, potensi kebakaran di TPA semakin tinggi. Salah satu faktornya, kata dia, kandungan gas pada tumpukan sampah, yang dapat membuat api cepat membesar.

“Antisipasinya, kami berencana melakukan penyiraman air di TPA Nangkaleah seminggu sekali. Di kami juga kan ada mobil tangki. Jadi, tidak panas kondisinya,” kata Aneu.

Selain itu, Aneu mengatakan, petugas di lapangan akan melakukan pengontrolan secara rutin untuk mencegah munculnya potensi api. Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di TPA Nangkaleah untuk melakukan tindakan yang berhubungan dengan api dan dapat memicu kebakaran. Seperti membuang puntung rokok sembarangan. “Itu kalau dibuang sembarangan bisa membuat kebakaran,” kata dia.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement