Senin 28 Aug 2023 12:47 WIB

Petugas Tangani Kebakaran Pabrik Biji Plastik di Margaasih Bandung

Pabrik biji plastik tersebut dilaporkan sudah dua kali dilanda kebakaran.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
Petugas menangani kebakaran di pabrik biji plastik wilayah Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (28/8/2023).
Foto: Dok. Republika
Petugas menangani kebakaran di pabrik biji plastik wilayah Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (28/8/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Kebakaran melanda sebuah pabrik biji plastik di wilayah Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (28/8/2023). Enam kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan penanganan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Hilman Kadar menjelaskan, petugas menerima laporan kejadian kebakaran itu sekitar pukul 07.20 WIB. Informasi awal, kata dia, objek yang terbakar diduga gudang.

Baca Juga

Setelah petugas mengecek ke lokasi, ternyata kebakaran melanda pabrik. “Objek terbakar adalah pabrik biji plastik,” kata Hilman, saat dikonfirmasi, Senin.

Hilman mengatakan, enam kendaraan pemadam kebakaran dengan 30 petugas dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar pabrik. Menurut dia, lokasi pabrik biji plastik itu berada di pinggir sungai, sehingga terbilang memudahkan petugas untuk memadamkan api. “Baru selesai pemadaman sekitar pukul 10.00 WIB,” kata dia.

 

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian kebakaran itu. Adapun penyebab kebakaran masih diselidiki. “Pabrik itu sudah dua kali kejadian kebakaran,” kata Hilman.

Hilman mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polsek Margaasih dan pimpinan kecamatan untuk mengecek sistem proteksi kebakaran sejumlah pabrik di wilayah tersebut. Hal itu untuk memastikan upaya mengantisipasi kejadian kebakaran. “Margaasih agak termasuk kategori kecamatan tingkat kebakaran sedang,” katanya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement