Senin 16 Oct 2023 23:06 WIB

Gerakan Pangan Murah di Kota Cirebon Disebut akan Berlanjut

Ada sejumlah komoditas yang disediakan saat Gerakan Pangan Murah.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Sejumlah warga belanja saat agenda Gerakan Pangan Murah (GPM).
Foto: Edi Yusuf/Republika
(ILUSTRASI) Sejumlah warga belanja saat agenda Gerakan Pangan Murah (GPM).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Gerakan Pangan Murah (GPM) digelar di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (16/10/2023). Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon berencana menggelar GPM secara rutin.

Dalam GPM ini dijual berbagai komoditas dengan harga di bawah pasaran. Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon Elmi Masruroh, GPM akan dilaksanakan berkelanjutan.

Baca Juga

“Kami harus melaksanakan kegiatan ini secara kontinu. Kalau hanya sekali dalam dua bulan atau tiga bulan, itu kurang terasa,” kata Elmi, di sela-sela pelaksanaan GPM di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti.

Elmi mengatakan, GPM rencananya digelar setiap bulan. Bahkan, jika memungkinkan, kata dia, bisa digelar lebih sering, seperti dua pekan sekali. Menurut dia, direncanakan pelaksanaan GPM ini di daerah lainnya juga.

 

“Nanti kegiatan ini akan muter ke setiap kecamatan. Setelah ini mungkin digelar di Kecamatan Kejaksan atau Kecamatan Kesambi,” ujar Elmi.

Saat GPM di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, salah satu komoditas yang dijual adalah beras. Komoditas beras medium dijual Rp 10.400 per kilogram atau Rp 52 ribu ukuran 5 kilogram dan beras premium Rp 65 ribu ukuran lima kilogram.

Selain itu, telur dijual Rp 19 ribu per kilogram jika transaksi memakai QRIS dan Rp 21 ribu jika dibayar tunai. Disediakan juga komoditas bawang putih, bawang merah, dan cabai merah.

Wakil Pimpinan Bulog Cirebon Rizki Abdullah mengatakan, untuk GPM tersebut disediakan sepuluh ton beras. Bulog juga juga menyiapkan 200 liter minyak goreng dan gula.

Menurut Rizki, untuk pembelian beras dibatasi hanya dua pak ukuran lima kilogram atau sepuluh kilogram per orang. Pembatasan dilakukan melihat animo warga memanfaatkan GPM. “Masyarakat sudah mengantre untuk membeli beras sebelum acara dibuka,” katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement