Rabu 25 Oct 2023 13:35 WIB

KPU Jabar Gelar Seleksi Terbuka Calon Komisioner KPUD Garut dan Cirebon

Seleksi komisioner kedua daerah tersebut merupakan yang terakhir.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Lambang KPU (ilustrasi).
Foto: Antara
Lambang KPU (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar telah menetapkan komisioner di 25 daerah.  Saat ini, tersisa 2 kabupaten di Jawa Barat yang belum memiliki anggota komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Yakni Kab Cirebon dan Kab Garut.

Ketua Panitia Seleksi Komisioner KPUD 2 daerah Solihin, mengatakan, seleksi komisioner kedua daerah tersebut merupakan yang terakhir. "Ini merupakan pansel terakhir yang membentuk KPU di tingkat kabupaten. Juni-Juli sudah ditetapkan 16 kabupaten kota. Pada Agustus-Oktober 9 kabupaten kota," ujar Solihin di Bandung, Rabu (25/10/2023).

Masa pendaftaran calon komisioner KPUD Garut dan Cirebon, kata dia, akan dimulai pada 24 Oktober-4 November mendatang. "Kami ingin ada partisipasi politik, warga di dua daerah yang memenuhi syarat bisa berduyun-duyun mendaftar," katanya.

Menurutnya dalam pendaftaran calon komisioner saat ini terdapat perbedaan dengan 5 tahun sebelumnya dimana calon hanya menyerahkan persyaratan secara fisik. Sekarang, calon pendaftar diminta memasukan syarat lewat 

 

siakba.kpu.go.id

"Di web ini juga nantinya nilai-nilainya akan keluar di akun masing-masing pendaftar;' kata Solihin.

Menurutnya, akan ada 15 tahapan seleksi bakal calon komisioner KPUD Garut dan Cirebon, dimana pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 12 Desember 2023 mendatang. "Pendaftaran 24 Oktober-4 November mendatang, kami antisipasi kemungkinan pendaftar membludak saat last minute," katanya.

Anggota Panitia Seleksi Syafrizal Rambe berharap, ada keterwakilan perempuan dalam seleksi komisioner KPUD Garut dan Cirebon ini. 

"Harapannya 30 persen keterwakilan perempuan terpenuhi dalam proses seleksi ini," katanya.

Dosen Program Studi Ilmu Politik FISIP Unas ini juga berharap agar animo calon pendaftar di kedua daerah tinggi, mengingat proses seleksi ini akan berlangsung ketat untuk menghasilkan komisioner yang berbobot dan tepat.

"Kita akan memberikan penilaian secara obyektif, skor akhir, itu nanti dibobot seleksi administrasi. Yang lolos akan diumumkan, seleksi berikutnya akan ada CAT, masing-masing calon akan berhadapan dengan soal-soal yang nilainya langsung ada dan tidak mungkin berubah," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement