Ahad 19 Nov 2023 12:01 WIB

Polisi Periksa Donatur Makanan Sebabkan Ratusan Warga Keracunan

Mereka mengalami pusing, muntah, buang air besar, dan diare pascakonsumsi makanan.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Agus Yulianto
Petugas kesehatan memindahkan korban keracunan makanan. (Ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Petugas kesehatan memindahkan korban keracunan makanan. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polres Purwakarta memeriksa sejumlah orang terkait keracunan yang dialami ratusan warga di Kampung Cikubang, RW 01, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, Jumat (17/11/2023). Mereka di antaranya donatur yang memberikan makanan tersebut.

"Sampai saat ini interogasi beberapa orang dimintai keterangan, donatur yang memberikan nasi kotak," ucap Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain saat dihubungi, Ahad (19/11/2023).

Sejauh ini, dia mengatakan, belum terdapat orang yang melapor atas peristiwa tersebut. Bahkan, petugas belum mengarah pada kemungkinan adanya tersangka. "Kita belum sejauh itu (adanya) tersangka, belum ada yang melapor. Kita turun, tindakan awal mintai keterangan," ungkap dia.

Ia mengungkapkan pemberian makanan terhadap jamaah masjid bukan bertujuan komersial tetapi sedekah. Petugas akan menyelidiki asal usul pembelian makanan tersebut. "Ini tidak komersil niatnya bersedekah," kata dia.

Sebelumnya, ratusan warga di Kampung Cikubang, RW 01, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta diduga mengalami keracunan makanan pada Jumat (17/11/2013) malam. Akibatnya, mereka harus dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas untuk mendapatkan perawatan.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan peristiwa keracunan warga Purwakarta terjadi pada Jumat (17/11/2023) malam. Mereka mengalami gejala pusing, muntah, buang air bersih dan diare.

"Terjadi kejadian diduga korban keracunan makanan dengan gejala pusing, muntah dan buang air besar, diare. Korban berjumlah sebanyak 168 orang," ucap dia saat dikonfirmasi, Sabtu (18/11/2023).

Dari ratusan orang yang mengalami keracunan, ia mengatakan sebanyak 85 orang diobati di klinik Ibnu Sina dan dirawat 10 orang. Di puskesmas Kiarapeses, yang berobat 14 orang dan di Puskesmas Wanayasa yang berobat 58 orang dan yang dirawat 31 orang.

Sedangkan di Rumah Sakit Holistik yang dirawat 9 orang, di Klinik Hafiz Wayanasa yang dirawat 1 orang, di Bidan Desa Puskamulya yang dirawat satu orang. Sedangkan yang meninggal dunia dipastikan tidak ada.

Ibrahim melanjutkan, awal mula keracunan terjadi di masyarakat setelah mereka mengkonsumsi nasi bungkus yang terdiri dari nasi, telur balado, mie kuning dan gorengan. Mereka mengkonsumsi makanan tersebut setelah melaksanakan Sholat Jumat.

"Setelah selesai melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Masjid Al Hidayah, para jamaah mengambil nasi karena sudah menjadi kegiatan rutin setiap hari Jumat dalam tema Jumat berkah," kata dia

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement