Ahad 03 Dec 2023 13:05 WIB

Pengmas Farmasi UI Inisiasi Budi Daya Tanaman Hanjeli di Desa Sukajaya 

Kegiatan pengmas FFUI disambut antusias oleh warga desa.

Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) 2023 menggelar kegiatan pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukajaya, Kabupaten Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023).
Foto: dokpri
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) 2023 menggelar kegiatan pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukajaya, Kabupaten Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG — Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) 2023 yang diketuai oleh Prof Berna Elya menggelar kegiatan pengabdian dan pemberdayaan Masyarakat di Desa Sukajaya, Kabupaten Sumedang Selatan, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2023).

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengmas bulan Agustus lalu. Kegiatan pengmas kali ini mengusung tema 'Pemberdayaan dan Pelatihan Masyarakat Sukajaya Kabupaten Sumedang Selatan Dalam Budidaya Tanaman Hanjeli dan Rimpang Rimpangan'. 

Kegiatan pengmas dimulai dengan pelatihan dan praktik budidaya tanaman Hanjeli yang dilaksanakan langsung di lahan pertanian masyarakat desa Sukajaya. Kegiatan dipandu oleh Fiky Yulianto Wicaksono selaku dosen Agroteknologi Unpad bersama dengan Tim Pengmas FFUI yang terdiri dari dosen dan mahasiswa pascasarjana kepada masyarakat desa Sukajaya dan karang taruna.  

Kegiatan pengmas dilanjutkan dengan edukasi dan penyampaian materi mengenai proses pengajuan pangan industri rumah tangga (P-IRT), Praktek pembuatan wedang sereh dan kopi Hanjeli-Jahe untuk meningkatkan nilai ekonomi yang berdaya saing tinggi, serta pentingnya sertifikasi halal. 

Pemaparan materi pertama mengenai proses pengajuan P-IRT diwakili oleh dinas kesehatan kabupaten Sumedang. Dalam paparannya disampaikan proses pengajuan P-IRT kepada masyarakat yang sangat bermanfaat terutama bagi pelaku usaha rumah tangga. Beberapa masyarakat yang memiliki usaha rumah tangga seperti kue kering serta masyarakat yang berniat membuka usaha berdasarkan ide yang diberikan melalui pengmas aktif berdiskusi terkait proses pengajuan P-IRT dan NIB demi kemajuan dan kemudahan dalam pemasaran produk yang telah dibuat.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan produk minuman segar wedang sereh dan Kopi Hanjeli-Jahe untuk mempersiapkan masyarakat dalam pengolahan hasil budidaya Hanjeli yang telah dilakukan sebelumnya. 

Kegiatan praktik pembuatan minuman segar Hanjeli-Jahe oleh Roshamur Cahyan Forestrania disambut antusias oleh warga desa. Harga jual jahe di desa Sukajaya yang tergolong sangat murah serta tanaman Hanjeli yang belum dikembangkan lebih jauh menjadi ide dalam pelatihan ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha demi meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.  

Materi terakhir mengenai mengenai pentingnya sertifikasi halal serta proses pengajuannya disampaikan oleh Ratika Rahmasari. Penyampaian materi ini penting dalam mengeduskasi masyarakat demi melengkapi kegiatan pengmas hingga berhasil menghasilkan produk yang siap dipasarkan. 

Dalam paparannya Ratika menyampaikan bahwa dengan sertifikasi halal, produk yang dibuat akan mendapat kepercayaan oleh konsumen khususnya muslim di seluruh Indonesia sehingga dapat memudahkan proses penjualan dan meningkatkan nilai produk yang akan diproduksi.  

Pada penutupan kegiatan, masyarakat desa menyampaikan pesan kesan terhadap pengmas sembari mencicipi produk minuman segar yang telah dibuat bersama. Bapak Sukana selaku kepala desa Sukajaya mengungkapkan bahwa, kegiatan pengmas ini telah banyak membawa perubahan positif bagi masyarakat desa, materi dan praktek yang telah diberikan dari Tim Pengmas FFUI membantu masyarakat mulai dari proses budidaya, berbagai ide produk olahan seperti permen dan kopi Hanjeli (Lacryma) hingga proses pengajjuan P-IRT dan sertifikasi Halal. 

Selain penyampaian pesan dan kesan, terdapat kuis yang disiapkan oleh Tim Pengmas untuk mengevaluasi pemahaman warga terkait materi yang disampaikan.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement