Ahad 03 Dec 2023 16:29 WIB

Universitas BSI Tasikmalaya Sukses Gelar Seminar Pemuda Digital

Seminar Pemuda Digital mengangkat tema terkait penggunaan teknologi AI.

Seminar Pemuda Digital yang digelar Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya di Hotel Horison.
Foto: Dok. Universitas BSI
Seminar Pemuda Digital yang digelar Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya di Hotel Horison.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Seminar Pemuda Digital yang digelar Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya di Hotel Horison belum lama ini, mencatat keberhasilan. Acara ini tidak hanya dihadiri mahasiswa dan masyarakat umum, tetapi juga melibatkan sekolah-sekolah khusus dalam rangka mendiskusikan penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk dunia pendidikan.

Mengusung tema 'Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Dunia Pendidikan' dengan mengundang narasumber yang berkompeten. 

Baca Juga

Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah XII Disdik Provinsi Jawa Barat Deden N Zohari menggarisbawahi pentingnya perubahan paradigma dari pekerja menjadi pembuat keputusan (bos), sehingga siswa pun perlu diajarkan untuk menjadi pemikir mandiri. Deden menyoroti penerapan AI dalam proses pembelajaran, asesmen, dan pelatihan, serta dalam bidang kewirausahaan dan mata pelajaran lainnya.

"Pembelajaran berbasis projek memungkinkan peserta didik untuk mengeksplorasi lebih dalam. AI bukanlah alat untuk membuat kita malas, tetapi sebaliknya, dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, kreativitas, dan inovasi," ujar Deden, dalam keterangan tertulis, Ahad (3/12/2023).

Dalam era AI, Deden menegaskan bahwa AI dapat membantu dalam konseling, memantau gaya belajar, aspek sosial emosional, dan membantu peserta didik memahami konsep-konsep. AI juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk menghasilkan proyek sekolah yang diakui melalui sertifikat.

"Penerapan AI dalam pendidikan adalah solusi untuk mengatasi pekerjaan berulang, sambil memberikan kesempatan kepada manusia untuk terlibat dalam pekerjaan yang lebih beragam dan menantang," kata Deden.

Dalam konteks penggunaan AI di copywriting, Deden menyoroti bahwa meskipun ada beberapa alat otomatis, kreativitas dan inovasi tetap menjadi faktor kunci. Terkait dengan fasilitas pendidikan di wilayah dengan keterbatasan teknologi, Deden menekankan bahwa alat, gadget, dan internet menjadi kunci utama, dan kreativitas dan inovasi tidak terbatas oleh kondisi tersebut.

"Sekarang kita perlu melakukan revolusi dalam pembelajaran untuk melemparkan siswa ke masa depan yang lebih cerah," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement