Senin 04 Dec 2023 15:34 WIB

Skybridge Bojonggede Diuji Coba Besok

Jembatan layang tersebut akan membentang sepanjang 243 meter dengan lebar 3 meter.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meninjau skybridge yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (4/12/2023) sebelum diuji coba besok.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meninjau skybridge yang menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Bojonggede, Kabupaten Bogor, Senin (4/12/2023) sebelum diuji coba besok.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Skybridge yang menghubungkan antara Stasiun Bojonggede dan Terminal Tipe C Bojonggede telah selesai dibangun. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mengoperasikan dan memulai uji coba skybridge Bojonggede, Selasa (5/12/2022).

Sekretaris BPTJ Zamrides menjelaskan, nantinya penumpang kereta rel listrik (KRL) dari arah Stasiun Bojonggede akan diarahkan menuju Terminal Bojonggede. Begitu juga sebaliknya.

“Nanti dari ujung terminal ke ujung stasiun itu kira-kira membutuhkan waktu sekitar 4 menit. Maka akan tersambung dan tiba di stasiun, langsung bisa naik KRL,” kata Zamrides di Bogor, Senin (4/12/2023).

Dia menjelaskan, uji coba akan dimulai besok hingga 9 atau 10 Desember 2023. Nantinya skybridge Bojonggede akan diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi.

 

“Rencana kita akan dioperasikan mulai uji coba besok. Kita akan mencoba menggunakan skybridge ini setelah kita bangun dari tahun 2022 dan selesai 2023,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zamrides mengatakan, skybridge Bojonggede memiliki panjang sekitar 243 meter dan menghubungkan Stasiun Bojonggede dengan Terminal Bojonggede. Konstruksi skybridge ini menggunakan beton serta di ujung stasiun dan terminal terdapat eskalator. 

Untuk fasilitas di terminal, telah disiapkan fasilitas penghubung, jalur khusus penyandang disabilitas, lift, hingga toilet. Zamrides berharap, kehadiran skybridge ini dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di sekitar stasiun, karena angkutan kota (angkot), ojek, hingga kendaran parkir akan difokuskan di dalam Terminal Bojonggede.

“Di depan stasiun sangat crowded (ramai) sekali, Dinas Perhubungan (Dishub) akan menerapkan sistem satu arah. Penumpang yang menuju ke stasiun akan diarahkan dulu ke terminal, nanti dari terminal baru ke Stasiun Bojonggede,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan Skybridge Bojonggede sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 16,5 miliar melalui anggaran BPTJ Tahun 2022. Sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. 

Keberadaan skybridge tersebut nantinya diharapkan akan dapat mengurangi kesemrawutan kondisi lalu lintas di sekitar Stasiun Bojonggede seperti yang terjadi saat ini. Jembatan layang tersebut akan membentang sepanjang 243 meter dengan lebar 3 meter menghubungkan Stasiun Bojonggede dan Terminal Angkutan Tipe C Bojongede. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement