Sabtu 09 Dec 2023 09:38 WIB

BUMD Jasa Sarana Gandeng Business Sweden Kembangkan Infrastruktur Hijau

Kerja sama Indonesia-Swedia (SISP) ini meliputi pengembangan sarana dan prasarana.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kerja sama PT Jasa Sarana dengan Business Sweden terkait sarana prasarana infrastruktur berkelanjutan.
Foto: dok. Republika
Kerja sama PT Jasa Sarana dengan Business Sweden terkait sarana prasarana infrastruktur berkelanjutan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- BUMD PT Jasa Sarana menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan investasi global dari Swedia, Business Sweden terkait pengembangan infrastruktur hijau. Penandatanganan MoU dilakukan Direktur Utama PT Jasa Sarana Indrawan Sumantri dan Komisioner Bisnis Perdagangan Swedia Erik Odar disaksikan Kepala Biro BUMD, Investasi dan Administrasi Pembangunan Setda Jabar Lusi Lesminingwati di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Jumat (8/12/2023).

Kesepahaman kedua belah pihak yang menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-Swedia (SISP) ini meliputi pengembangan sarana dan prasarana di bidang transportasi, energi, pengelolaan sampah dan kesehatan.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Indrawan Sumantri Indrawan, kerja sama sarana prasarana infrastruktur berkelanjutan dengan Business Sweden seperti transportasi  penting dijalin, khususnya untuk kawasan Bandung Raya. 

"Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan di sisi lain ketidakseimbangan pertumbuhan kendaraan bermotor dan infrastruktur baru dapat menyebabkan permasalahan transportasi di Kota Bandung sebagai pusat kegiatan dan perekonomian di Jawa Barat," ujar Indrawan dalam rilis resmi, Sabtu (9/12/2023).

 

Hal tersebut, kata dia, diperlukan infrastruktur transportasi yang modern, efektif, dan efisien sebagai solusinya, yaitu Bus Rapid Transit (BRT).

Jasa Sarana sendiri, kata dia, terlibat dalam rencana pengembangan dan pengoperasian BRT yang merupakan sistem angkutan massal berbasis bus yang memberikan mobilitas cepat, nyaman, dan berbiaya rendah.  

"BRT bertujuan dan dapat membantu mengatasi permasalahan transportasi di Metropolitan Bandung Raya," katanya.

SISP merupakan platform dialog berbagai pihak untuk menjalin kolaborasi antara Swedia dan Indonesia guna mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dari Agenda Pembangunan Berkelanjutan (TPN) 2030.

Konferensi SISP berfungsi sebagai wadah bagi para pemimpin dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta untuk bertemu dan berbagi pengalaman di berbagai sektor yang bernaung di bawah tema keberlanjutan. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement