Ahad 10 Dec 2023 15:20 WIB

Ada Perbaikan di Jembatan Cikunir Tasikmalaya, Bus dan Truk Diminta Cari Jalur Lain

Adanya perbaikan membuat Jembatan Cikunir tidak bisa dilintasi dengan normal.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Irfan Fitrat
Situasi arus lalu lintas di Jembatan Cikunir, Jalan Raya Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang tengah dalam perbaikan, Ahad (10/12/2023).
Foto: Republika/Bayu Adji P
Situasi arus lalu lintas di Jembatan Cikunir, Jalan Raya Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang tengah dalam perbaikan, Ahad (10/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA — Perbaikan tengah dilakukan di area Jembatan Cikunir, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasarkan pantauan Republika.co.id, Ahad (10/12/2023), jembatan di jalur Garut-Tasikmalaya itu tidak ditutup total, tapi kendaraan harus melintas secara bergantian.

Kepala Satuan Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (KSPPJJ) 1 Wilayah Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya, Wawan Hermawan, mengatakan, saat ini tengah dilakukan perbaikan bagian gorong-gorong di bawah Jembatan Cikunir karena kondisinya sudah lama tidak dibenahi dan terkikis aliran air.

Baca Juga

Perbaikan dilakukan lantaran oprit jembatan dikhawatirkan longsor. “Karena bagian samping kanan (dari arah Garut) sudah ada longsoran. Takutnya, menjelang Nataru, tiba-tiba jalan ambrol. Makanya kami perbaiki,” kata Wawan, saat ditemui di lokasi, Ahad siang.

Menurut Wawan, kondisi badan Jembatan Cikunir pada dasarnya masih dalam keadaan baik. Namun, bagian oprit jembatan sudah ada yang mengalami longsor. “Kami upayakan pekerjaan bisa beres dengan cepat. Untuk sampai beres semua diperkirakan butuh waktu sepuluh hari,” ujar dia.

 

Berdasarkan pemberitahuan dari Polres Tasikmalaya, perbaikan di Jembatan Cikunir yang dilakukan sejak 9 Desember ini akan berlangsung hingga 22 Desember 2023. Pengendara yang melintasi jalur tersebut diminta bersabar. Pada Ahad ini, sejumlah petugas dibantu warga melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan.

Meskipun tak ditutup total, Wawan menilai, kondisi jembatan itu tidak bisa dilalui kendaraan besar atau berat, seperti truk dan bus. Karena itu, kata dia, pihaknya berkoordinasi dengan Polres Tasikmalaya dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk melakukan pengalihan arus lalu lintas sementara untuk kendaraan besar. “Soalnya kalau memaksakan pasti akan terjebak,” ujar dia.

Wawan mengatakan, untuk sementara kendaraan besar atau berat bisa beralih ke ruas Jalan Ciawi-Singaparna (Cisinga). Pengalihan arus lalu lintas itu dilakukan setidaknya sampai jembatan selesai diperbaiki. “Kami upayakan sebelum momen Nataru pekerjaan sudah selesai,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement