Rabu 24 Jan 2024 13:36 WIB

Simpatisan Prabowo yang Jadi Korban Penganiayaan di Bandung, Resmi Lapor Polisi

Igra berharap agar penyelenggaraan pemilu berjalan damai dan tenteram

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Simpatisan pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menghadiri kampanye akbar
Foto: Antara/Galih Pradipta
Simpatisan pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno menghadiri kampanye akbar

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Igra Natasutra (28 tahun) yang mengaku simpatisan pasangan calon nomor 02 Prabowo-Gibran resmi melaporkan pengaduan terkait penganiayaan yang dialaminya dan kedua saudaranya ke Polsek Regol, Selasa (23/1/2024) sore. Ia bersama keduanya saudaranya dianiaya oleh orang-orang yang diduga pendukung pasangan calon nomor urut 03.

"Laporan diterima (polisi) ya menunggu perkembangan berikutnya," ujar Igra, Rabu (24/1/2024).

Baca Juga

Igra mengatakan, petugas kepolisian menanyakan tentang kronologis penganiayaan yang dialaminya. Igra pun menyampaikan keterangan yang dialaminya. "(Pemeriksaan) tentang kronologi, penyebab kejadian tersebut sejujur-jujurnya," katanya.

Igra berharap agar penyelenggaraan pemilu berjalan damai dan tenteram serta tidak ada kekerasan. Meski saling berbeda pendapat.

Sebelumnya, rekaman video yang memperlihatkan tiga orang pemuda di Kota Bandung mengalami luka-luka di bagian wajah viral di media sosial. Mereka mengaku menjadi korban penganiayaan dari sejumlah orang yang melintas di Jalan Pasirkoja.

Dari video yang beredar, terlihat satu orang pemuda menggunakan helm mengalami pendarahan di bagian hidung. Sedangkan satu orang perempuan mengalami luka di bagian pelipis termasuk satu orang pemuda lainnya.

Narasi yang ditulis pada rekaman video tersebut yaitu mereka hendak pulang dari Jalan Sriwijaya menuju Pasirkoja. Namun, tiba di Jalan Inggit Ganarsih terdapat rombongan bus dengan penumpang yang mengacungkan tiga jaru ke arah korban. Korban pun meresponnya dengan mengacungkan dua jari ke arah penumpang bus.

Penumpang bus tersebut keluar dari bus dan melakukan penganiayaan. Mereka mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polsek Regol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement