Kamis 25 Jan 2024 15:46 WIB

Angin Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah Warga di Tiga Desa

Dua rumah ambruk rata dengan tanah

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Seorang warga di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu memperbaiki atap rumahnya yang beterbangan akibat angina puting beliung, Kamis (25/1/2024). Angin putting beliung menerjangtiga desa di Kecamatan Tukdana pada Rabu (24/1/2024) sore.
Foto: Lilis Sri Handayani
Seorang warga di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu memperbaiki atap rumahnya yang beterbangan akibat angina puting beliung, Kamis (25/1/2024). Angin putting beliung menerjangtiga desa di Kecamatan Tukdana pada Rabu (24/1/2024) sore.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU-- Angin puting beling menerjang tiga desa di Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Akibatnya, puluhan rumah warga rusak. Bahkan, dua di antaranya ambruk rata dengan tanah. Adapun tiga desa yang diterjang angin puting beliung itu adalah Desa Kerticala, Sukamulya, dan Gadel. Tak hanya merusak rumah warga, bencana yang terjadi pada Rabu (24/1/2024) sekitar pukul 16.00 WIB itu juga menyebabkan sejumlah pohon di ruas jalan raya daerah setempat bertumbangan.

Salah seorang warga, Sasiman mengatakan, bencana angin puting beliung itu didahului oleh hujan lebat yang melanda daerahnya. ‘’Kemarin sore itu hujan lebat, terus tiba-tiba ada angin putting beliung,’’ ujar Sasiman, Kamis (25/1/2024).

Baca Juga

Menurut Sasiman, peristiwa itu menyebabkan kepanikan warga. Warga pun tidak tahu apa yang harus mereka lakukan. ‘’Saya mau lari, tapi lari kemana, hujannya lebat, anginnya juga kencang sekali,’’ kata Sasiman.

Sasiman menyebutkan, angin tersebut menyebabkan sebagian besar atap genting rumahnya beterbangan. Dia pun kini sementara mengungsi ke rumah kerabatnya. ‘’Saya ngungsi dulu, soalnya pada bocor semua (akibat genting beterbangan). Takut ada (angin puting beliung) lagi,’’ tutur Sasiman.

 

Sementara itu, Camat Tukdana, Roehaenah mengatakan, dari tiga desa tersebut, total ada sekitar 67 rumah warga yang mengalami kerusakan. Bahkan, dua di antaranya ambruk, masing-masing di Desa Kerticala dan Sukamulya. ‘’Untuk korban tidak ada,’’ kata Roehaenah.

Roehaenah mengungkapkan, meski puluhan rumah mengalami kerusakan, namun pihaknya belum melakukan relokasi maupun evakuasi warga. Menurutnya, sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement