Ahad 25 Feb 2024 16:49 WIB

Pendaki Gunung Cikuray Garut Meninggal Tersambar Petir, Dua Rekannya Terpental

Tim SAR sudah mengevakuasi pendaki asal Banten yang tersambar petir.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Petir.
Foto: AP
(ILUSTRASI) Petir.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT — Seorang pendaki di Gunung Cikuray, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meninggal dunia akibat tersambar petir. Korban sudah dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Daris Hilman mengatakan, korban bernama Akbar (22 tahun), warga Malingping Utara, Kabupaten Lebak, Banten. Menurut dia, korban bersama lima rekannya melakukan pendakian ke puncak Gunung Cikuray pada Sabtu (24/2/2024), sekitar pukul 14.30 WIB.

Baca Juga

Daris mengatakan, kemudian turun hujan dan para pendaki tersebut berteduh di bawah pohon. Lantas mereka hendak memasang flysheet untuk berteduh. Saat itulah, kata dia, korban tersambar petir. “Ada petir menyambar (korban) dan dua rekan yang ada di dekatnya terpental,” kata Daris, saat dihubungi, Ahad (25/2/2024).

Mendapat laporan kejadian itu, Daris mengatakan, tim SAR gabungan bergerak untuk mengevakuasi korban. Tim SAR gabungan ini terdiri atas personel BPBD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan, Taruna Siaga Bencana (Tagana), kepolisian, TNI, serta sukarelawan dari masyarakat setempat.

 

Daris mengatakan, tim SAR gabungan bisa membawa korban turun dari gunung melalui Pos Pemancar sekitar pukul 21.17 WIB. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Slamet, Kabupaten Garut. Adapun lima rekan korban menginap sementara di rumah warga setempat.

Kepala Polsek (Kapolsek) Cilawu Kompol M Duhri mengatakan, korban yang meninggal dunia diketahui mengalami luka bakar pada bagian perut dan dada. Setelah diidentifikasi, korban diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Menurut dia, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi.

Kapolsek mengimbau para pendaki agar lebih berhati-hati ketika turun hujan di kawasan gunung. Masyarakat pun diminta waspada akan terjadinya petir.

“Kami mengimbau kepada para pendaki dan seluruh warga masyarakat, apabila hujan turun, agar jangan berteduh di bawah pohon karena berisiko terkena sambaran petir,” ujar Kapolsek.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement