Kamis 07 Mar 2024 13:11 WIB

BBKSDA Jabar Menduga Monyet Ekor Panjang yang Berkeliaran di Bandung Berasal dari Tahura

Diduga mereka keluar dari hutan karena terkait persaingan kelompok.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Seekor monyet ekor panjang (Macaca fascicularis)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG----Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat menduga monyet ekor panjang yang berkeliaran di permukiman warga di Kota Bandung berasal dari Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda. Diduga, mereka keluar dari hutan karena terkait persaingan kelompok.

"Berdasarkan hasil pemantauan, monyet ekor panjang diduga berasal dari hutan Tahura Djuanda atau sekitarnya yang keluar dari habitatnya diantaranya disebabkan adanya persaingan kelompok," ujar Humas BBKSDA Jabar Eri Mildranaya saat dikonfirmasi, Kamis (7/3/2024).

Baca Juga

Dari arah pergerakannya, kata dia, monyet ekor panjang diduga mencari wilayah perlindungan baru yang mendukung kehidupan kelompoknya. Sejak keberadaan mereka viral di media sosial dan terdapat laporan masyarakat tentang pergerakan monyet dari wilayah Dago ke Cikutra.

BBKSDA Jabar, melakukan pemantauan sejak tanggal 29 Februari hingga Rabu (6/3/2024) kemarin untuk memantau pergerakan monyet. Ery menyebut dibantu oleh LSM pemerhati satwa Rescue 811.

"Pantauan di lapangan, pergerakan monyet ekor panjang per tanggal 5 Maret 2024, terkonfirmasi di Panyileukan menuju arah Cibiru Hilir," katanya.

BKSDA juga mendapatkan informasi lainnya jika monyet ekor panjang bergerak  di Pasar Gedebage dan UIN Soekarno Hatta berdekatan dengan Mapolda Jawa Barat. Ery mengatakan tim pemantau mengalami kesulitan menangkap monyet karena menyusuri kabel listrik, pepohonan dan atap perumahan.

"Pergerakan monyet ekor panjang yang menyusuri kabel listrik, pepohonan dan atap perumahan membuat sulit untuk ditangkap walau telah disiapkan kandang jebak," kata dia.

Ia mengatakan tim masih terus memantau pergerakan monyet yang diduga menuju wilayah rimbun naungan. Atau tutupan pepohonan yang mendukung kebutuhan dasar hidup mereka.

"Walau monyet ekor panjang bukan satwa liar dilindungi, sebagai upaya mendukung hak hidup dan keselamatannya agar masyarakat berhati-hati untuk menghindari konflik," kata dia.

Pihaknya berupaya menghalau pergerakan monyet ekor panjang menuju habitat terdekat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement