Rabu 13 Mar 2024 19:45 WIB

Pj Gubernur Jabar Bey Pastikan Lebaran Beras Aman, Daerah Harus Gencar Gelar Pasar Murah

Bey mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kelangkaan dan kenaikan beras

 Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri rapat Pembahasan Ketahanan Pangan di Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/3/2024)
Foto: Humas Pemprov Jabar
Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menghadiri rapat Pembahasan Ketahanan Pangan di Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/3/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---- Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Bey Machmudin memastikan stok beras Jabar aman sampai Lebaran. Karena, saat ini stok di gudang masih mencukupi. Apalagi, dalam kalender Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 10 - 11 April 2024, saat itu dipastikan Jabar akan panen raya.

"Stok beras Jabar sampai Lebaran aman, dan tidak dalam situasi defisit," ujar Bey Machmudin usai rapat membahas ketahanan pangan Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (13/3/2024). 

Baca Juga

Bey juga meminta pemda kabupaten dan kota lebih gencar mengadakan pasar murah secara masif untuk meringankan beban masyarakat, tidak melulu mengandalkan provinsi. "Pasar murah (harusnya) digeber di kabupaten dan kota, jadi tidak hanya kami (provinsi). Ya, tapi kan kembali lagi kepada anggaran masing-masing (kab/kota) apakah ada atau tidak," katanya.  

Rapat dengan para perangkat daerah tersebut, membahas ketahanan pangan Jabar jangka panjang. Serta, berbagai permasalahan dengan berbagai soluisnya. Seperti kelangkaan dan kenaikan harga beberapa komoditas strategis seperti cabai dan daging.  

Bey mengatakan, untuk menjaga beras tetap tersedia bagi masyarakat pihaknya terus berkomunikasi intens dengan Bulog. "Kami terus berkoordinasi dengan Bulog untuk penyediaan beras di retail-retail (pasar modern)," kata Bey. 

Menurut Bey, distribusi beras dari Bulog ke retail kedatangannya bertahap mengingat cadangan beras tersebut harus diproses terlebih dahulu. "Harus dilakukan pengepakan segala macam, jadi jumlahnya pun (terkesan) sedikit," katanya. 

Bey mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kelangkaan dan kenaikan beberapa komoditas, alias tidak beli panik (panic buying). "Sesuaikan belanja dengan kebutuhan untuk menghindari kelangkaan," katanya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement