Kamis 11 Apr 2024 07:24 WIB

Semangat Nenek-Nenek Belajar Mengaji dan Khatam Alquran di Pesantren Ramadhan Lansia

Karci tak putus asa belajar mengeja huruf demi huruf Hijaiyah

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Para lansia semangat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia yang digelar oleh Rumah Zakat
Foto: Dok Republika
Para lansia semangat mengikuti kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia yang digelar oleh Rumah Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Kegiatan pesantren tak hanya milik anak-anak muda. Para Lansia, juga berkesempatan untuk menimba dan memperdalam ilmu agama di pesantren. Hal itu seperti yang terlihat dalam Pesantren Ramadhan Lansia yang digelar oleh Rumah Zakat. Kegiatan yang diadakan di Desa ‘Berdaya’ Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu itu diikuti oleh sekitar 40 nenek-nenek.

‘’Pesantren Ramadhan Lansia merupakan kegiatan rutin yang kami adakan setiap bulan suci Ramadhan,’’ ujar Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Tegalurung, Lastri Mulyani, kepada Republika, belum lama ini.

Baca Juga

Tahun ini, Pesantren Ramadhan Lansia digelar pada sepuluh hari kedua bulan suci Ramadhan (11-20 Ramadhan). Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan yang diadakan di Pesantren Ramadhan Lansia di antaranya tilawah berjamaah. ‘’Selama sepuluh hari kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia, dalam tilawah berjamaah itu kami targetkan tiga kali khatam,’’ kata Lastri.

Namun, tak hanya tilawah berjamaah bagi lansia yang sudah bisa mengaji, dalam Pesantren Ramadhan Lansia juga diadakan pembelajaran membaca Iqro bagi lansia yang belum bisa membaca Alquran. Di tengah segala keterbatasan mereka dalam mengingat bentuk-bentuk dan bunyi huruf Hijaiyah, lansia yang belum bisa membaca Alquran tetap bersemangat.

Semangat itu salah satunya ditunjukkan oleh seorang lansia bernama Karci (80). Nenek yang terlihat tetap enerjik itu sangat bersemangat dalam mempelajari Iqro. Karci tak putus asa belajar mengeja huruf demi huruf Hijaiyah dalam pembelajaran Iqro satu. Dia pun kerap harus mengulang bacaan huruf Hijaiyah yang terlupa.

‘’Bunyi hurufnya suka lupa. Tapi Mak Karci senang bisa belajar mengaji. Dulu waktu masih muda tidak pernah belajar mengaji,’’ kata Karci.

Lastri menjelaskan, selain tilawah dan belajar Iqro, dalam Pesantren Ramadhan Lansia juga disampaikan pemaparan sejumlah materi yang dibutuhkan oleh para lansia.

Lastri mengatakan, sengaja mengadakan kegiatan pesantren kilat bagi lansia karena selama ini belum ada kegiatan serupa yang menyasar lansia. Menurutnya, pesantren kilat biasanya diperuntukkan bagi anak-anak. Begitu pula pembelajaran membaca Alquran, juga menyasar anak-anak. ‘’Kalau untuk Lansia, biasanya hanya pengajian mendengarkan ceramah. Karena itu, kami fasilitasi mereka untuk belajar iqro, tilawah/tadarusan,’’ kata Lastri.

Lastri menambahkan, kegiatan Pesantren Ramadhan Lansia juga dimaksudkan agar para lansia bisa mengisi Ramadhan dengan kegiatan yang lebih produktif dan bermanfaat. ‘’Di akhir kegiatan, kami berikan hadiah peserta terbaik maupun doorprize sehingga mereka lebih bersemangat,’’ kata Lastri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement