Kamis 09 May 2024 20:51 WIB

Minat Warga Kota Bandung Berwisata Medis ke Malaysia Tinggi

Malaysia Healthcare Expo 2024 di gelar pertama kali di Kota Bandung

Malaysia Healthcare Expo 2024 di gelar pertama kali di Kota Bandung
Foto: Dok Republika
Malaysia Healthcare Expo 2024 di gelar pertama kali di Kota Bandung

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG----Minat warga Kota Bandung untuk berobat atau wisata medis di Malaysia cukup tinggi. Oleh karena itu, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menggelar Malaysia Healthcare Expo 2024 di Kota Bandung sebagai kota pertama dari tiga daerah. Di Bandung, event ini digelar di d'Botanica Mall Bandung, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), mulai 9-12 Mei 2024.

Khusus di Kota Bandung, Malaysia Healthcare Expo 2024 yang didukung bank bjb. Menurut Manager MHTC Indonesia, Rahmatullah Baragau, pelaksanaan Malaysia Healthcare Expo 2024 di Kota Bandung menjadi yang pertama kalinya digelar lantaran banyaknya permintaan dari masyarakat.

Baca Juga

"Sebetulnya kita sebelumnya belum pernah ke Bandung, tapi karena kita percaya bahwa sebenarnya demand itu ada di sana dan mereka butuh pelayanan juga informasi yang lebih dari kita," ujar Rahmatullah, Kamis (9/5/2024).

Menurutnya, minat warga Kota Bandung untuk berobat atau wisata medis di Malaysia cukup tinggi. Layanan kesehatan yang paling diminati di antaranya, jantung, kanker, tulang, bayi tabung dan medical check up. "Untuk antusiasme warga Indonesia pergi ke Malaysia untuk berobat memang kita sendiri kaget kalau melihat datanya, bahkan dari quarter pertama di tahun 2024 ini saja udah melebihi dari tahun kemarin," katanya.

Rahmatullah mengatakan, pihaknya ingin memberikan pelayanan lebih tak hanya pada warga Indonesia. Tapi juga, kepada semua partner dalam ekosistem industri ini sendiri. "Seperti dengan bank bjb dan bjb prioritas ini," katanya.

Rahmatullah menjelaskan, yang membedakan Malaysia Healthcare Expo 2024 dengan tahun sebelumnya adalah kali ini pelaksanaannya digelar di beberapa daerah. "Kita akan hadir di kota-kota lainnya. Kedua, kita akan lebih bekerja sama dengan partner-partner strategis seperti bank bjb ini. Dan partner-nya akan berbeda juga untuk di kota-kota lainnya. Pastinya, untuk paket pelayanan dan perawatan akan lebih menarik," paparnya.

Sementara menurut Group Head bjb Prioritas, Yani Asmawinata, dalam memenuhi kebutuhan nasabah, pihaknya memberikan layanan gratis medical check up apapun di rumah sakit yang ada di bawah organisasi MHTC. 

"Jadi ada yang gratis, ada yang diskon, semua kita fasilitasi. Selain untuk medical check up, kita ada program juga medical arrangement, yaitu bagaimana kita membantu nasabah mulai dari memilih rumah sakit sampai dengan memilih dokter hingga konsultasinya itu bisa gratis. Dengan ketentuan-ketentuan yang memang nasabah prioritas harus penuhi," kata Yani.

Menurutnya, hal ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus perhatian bjb Prioritas terhadap kesehatan nasabah. Apalagi, saat ini kesehatan itu menjadi perhatian setiap nasabahnya.  "Apalagi nasabah kami high network individual, kita ketahui bersama bahwa kebanyakan itu medical check up, berobat, view-nya itu sudah kebutuhan di luar negeri. Salah satunya kita bisa akomodir dan fasilitasi melalui MHTC," katanya.

Yani mengatakan, pihaknya juga memiliki beberapa fasilitas lainnya, seperti medical arrangement hingga education arrangement. "Jadi concern keluarga itu kan selain kesehatan adalah pendidikan, jadi salah satu basic needs dari keluarga, itu kita punya bekerja sama juga dengan beberapa partner yang memang kita bisa fasilitasi untuk sekolah di luar negeri, ada di Australia, UK, China, Korea dan negara-negara lainnya," katanya.

Masih di tempat yang sama, Deputy Director Tourism Malaysia Jakarta, Siti Hajar Mohd Yunus mengatakan, sasaran wisatawan dari Indonesia ke Malaysia tahun ini ditargetkan mencapai 4,2 juta. "Tahun lalu kita target 1juta sekian, tapi yang datang sekitar 3 juta wisatawan dan 710.000 nya itu dari MHTC ini," katanya.

Siti mengatakan, biasanya wisatawan banyak berkunjung di penghujung tahun. Mayoritas wisatawan dari Indonesia datang di bulan Desember atau akhir tahun.

Seberapa tertarik Kamu untuk membeli mobil listrik?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement