Rabu 26 Feb 2025 16:55 WIB

Ramalan PHRI Terbukti, Larangan Study Tour Dedi Mulyadi Buat Sekolah Batalkan Kunjungan

Bisnis pariwisata akan sangat terpukul dengan kebijakan Dedi Mulyadi

Rep: Ferry Bangkit Rizki / Red: Arie Lukihardianti
Penginapan Konsep Glamping di TWGC Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Penginapan Konsep Glamping di TWGC Lembang, Kabupaten Bandung Barat (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT-- Bisnis pariwisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat mulai merasakan dampak adanya larangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Sekolah banyak yang membatalkan kunjungannya.

"Sudah banyak sekolah-sekolah sudah ada yang cancel. Jadi ada 18 event yang batal dengan total pesanan 4.300 pax itu data bulan Februari (2025)," ujar kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) KBB, Eko Suprianto saat dihubungi, Rabu (25/2/2025).

Baca Juga

Dampak dari larangan itu sesuai seperti yang diprediksi Eko sebelumnya, dimana bisnis pariwisata akan sangat terpukul dengan kebijakan Dedi Mulyadi itu. "Kalau kami dari pengusaha wisata pastinya akan terpukul kalau memang ada larangan. Kalau itu direalisasikan anak sekolah tak boleh berwisata atau karya wisata itu sektor wisata akan sangat terpukul," kata Eko.

Pasalnya, kata Eko, selama ini kunjungan siswa dari kegiatan study tour cukup dominan berwisata ke kawasan Kabupaten Bandung Barat khususnya Lembang. Mereka, kata dia, lebih banyak mengisi kunjungan di saat weekday atau hari biasa.

"Di KBB untuk kunjungan study tour cukup dominan sekali. Jangankan di KBB, di Bali saja yang turis asing atau wisata internasional itu siswanya pasti banyak sekali. Apalagi KBB yang mainnya lokal, kebanyakannya atau hampir semua pengunjung di hari biasa itu siswa. Jadi selama ini weekdaynya diisi oleh anak sekolah atau kegiatan sekolah," papar Eko.

Eko mengatakan, seluruh sektor bisnis pariwisata akan terdampak. Dari mulai kunjungan ke objek wisata hingga omzet para pedagang. "Jikapun direalisasikan efek dominonya banyak. Bukan hanya pengusaha wisata tapi travel juga pasti kena imbas. Pedagang kecil yang ada di kawasan wisata juga pasti kena," kata dia.

Sehingga rencananya, pihaknya melalui PHRI Jawa Barat (Jabar) akan segera menjadwalkan pertemuan dengan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi untuk membahas dampak negatif dari adanya pelarangan study tour. "Iya, rencananya dari pengurus PHRI Jabar yang mau menghadap," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement