Jumat 29 Aug 2025 19:51 WIB

Macan Tutul Lepas di Lembang, BBKSDA Pastikan Belum Masuk Permukiman

Pemantauan dilakukan lewat drone thermal dan anjing pelacak K9.

Objek Wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat Masih Ditutup Imbas Kaburnya Macan Tutul Titipan BKSDA pads Kamis (28/8/2025) Pagi.
Foto: Ferry Bangkit
Objek Wisata Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat Masih Ditutup Imbas Kaburnya Macan Tutul Titipan BKSDA pads Kamis (28/8/2025) Pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan macan tutul yang lepas dari kandang karantina di Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat, masih berada di sekitar kawasan kebun binatang tersebut. Kepala Seksi Konservasi SDA III BBKSDA Jabar, Ujang Acep, mengatakan hasil pemantauan tim gabungan sejak Kamis (28/8/2025) malam hingga Jumat (29/8/2025) dini hari menunjukkan satwa itu belum keluar ke area permukiman warga.

“Hewan ini terkonfirmasi masih ada di area dalam Lembang, alhamdulillah belum jauh ke perkampungan. Mudah-mudahan hari ini bisa segera ditangkap,” kata Ujang di Bandung, Jumat.

Baca Juga

Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan menggunakan drone thermal sejak Kamis pukul 22.00 WIB hingga sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.

Dari pengamatan tersebut, macan tutul terpantau beberapa kali bergerak di sekitar area karantina, namun hilang dari deteksi ketika masuk ke gorong-gorong.

“Ketika satwa berada di bawah vegetasi atau gorong-gorong, drone tidak bisa mendeteksi. Itu menjadi salah satu kendala pemantauan malam hari,” ujarnya.

Menurut dia, pencarian dilanjutkan pada siang hari dengan bantuan anjing pelacak (K9) untuk menelusuri jejak bau satwa. Upaya ini dilakukan karena pada siang hari macan tutul cenderung beristirahat, sehingga lebih mudah ditemukan.

“Kalau pohonnya hanya satu, itu sebenarnya memudahkan karena satwa bisa ditembak bius dan dijatuhkan dengan jaring di bawahnya,” kata Ujang.

Ia memastikan tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Jabar, kepolisian, TNI, dan dokter hewan terus melakukan pemantauan intensif untuk menangkap kembali satwa dilindungi tersebut.

“Terakhir satwa terlihat sekitar pukul dua dini hari. Tim K9, kavaleri, dan dokter hewan terus melakukan pemantauan hingga subuh dan dilanjutkan observasi pagi,” ujarnya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement