REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI — Anggota DPRD Jawa Barat dari daerah pemilihan I Bandung dan Cimahi, Tedy Rusmawan mendorong Pemerintah Kota Cimahi segera menuntaskan proses pembebasan lahan pembangunan underpass di Jalan Jenderal Gatot Subroto. Proyek tersebut dinilai krusial sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di kawasan tersebut.
Tedy menegaskan, kemacetan di ruas Jalan Gatot Subroto tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Karena itu, pembangunan underpass harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Pemerintah Kota Cimahi perlu memastikan penyelesaian lahan bisa rampung paling lambat Maret. Ini penting agar proses pembangunan underpass tidak mengalami hambatan,” ujar Tedy, Kamis (29/1/2026) sore.
Ia menjelaskan, berdasarkan perencanaan pengerjaan fisik underpass membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan. Dengan demikian, apabila tahapan pembebasan lahan dapat diselesaikan tepat waktu, proyek tersebut berpeluang rampung pada tahun ini dan segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Tedy juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah-langkah Pemkot Cimahi dalam menekan kemacetan di wilayah perkotaan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi harus dibarengi dengan koordinasi lintas sektor agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Harus ada kesepakatan yang kuat dari pemerintah untuk menuntaskan persoalan lahan. Kalau itu sudah selesai, pembangunan bisa langsung dikebut,” katanya.
Ia berharap, proyek underpass ini tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga bagian dari penataan lalu lintas yang lebih terintegrasi di Kota Cimahi. Dengan komitmen bersama dan perencanaan yang matang, Tedy optimistis pembangunan underpass Gatot Subroto dapat menjadi tonggak penting dalam mengurangi kemacetan dan meningkatkan kenyamanan warga Cimahi.