Ahad 01 Feb 2026 10:26 WIB

Pencarian Korban Longsor Hari ke-9 Berlanjut, Tim SAR Dekati Kaki Gunung Burangrang

Sebanyak 23 prajurit Marinir jadi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Hasanul Rizqa
Satu-satunya rumah yang lolos dari terjangan longsor di Kampung Pasirkuda, RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (30/1/2026).
Foto: Ferry Bangkit Rizki/Republika
Satu-satunya rumah yang lolos dari terjangan longsor di Kampung Pasirkuda, RT 01/10, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (30/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Upaya pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, berlanjut pada Ahad (1/2/2026). Area pencarian pada hari kesembilan ini diperluas hingga mendekati kaki Gunung Burangrang.

Seluruh area, baik di worksite A, B dan C, akan disisir oleh tim search and rescue (SAR) gabungan. Hingga kini, ada 10 korban tersisa yang menjadi fokus pencarian. Kepala Kantos SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan, operasi pencarian tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan personel gabungan yang diterjunkan.

Baca Juga

"Masih terdapat perkiraan lebih kurang 10 jiwa yang dinyatakan dalam pencarian," ujar dia kepada Republika, pada Ahad (1/2/2026).

Fokus awal pencarian korban sebanyak 80 orang, seperti jumlah yang dilaporkan Posko Bencana Desa Pasirlangu yang terdata sejak awal terjadinya bencana pada Sabtu (24/1/2026). Bagaimanapun, jelas Ade, jumlah temuan tim SAR gabungan bisa saja lebih dari itu.

Sebab, pada saat kejadian ada sebanyak 23 prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang juga dilaporkan terimbun. Hingga Sabtu (31/1/2026), tim SAR gabungan sudah berhasil mengevakuasi sebanyak 70 bodypack.

"Perluasan area pencarian di sesuaikan dengan jumlah unsur yg telah bertambah. Semua area akan di fokuskan dalam pencarian, semoga seluruh area kerja bisa di cover dan berhasil menemukan semua target dalam pencarian," ujar Ade Dian memaparkan.

Metode pencarian korban dilakukan dengan cara manual, technical search dan enggunaan alat berat secara terkontrol dan berlapis sesuai kondisi medan. Apabila korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia maka dimasukkan ke dalam kantong jenazah dilakukan pelabelan identitas awal dan elanjutnya diserahkan ke Posko DVI sesuai prosedur yang berlaku.

Jumlah potensi SAR yang terlibat pada operasi SAR sebanyak 3.713 personel. Helikopter TNI, drone UAV (thermal dan visual), alat berat, alkon, chainsaw, portable pump juga dikerahkan untuk mendukung proses pencarian.

Diberitakan Republika sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memastikan 23 prajurit Korps Marinir menjadi korban bencana tanah longsor yang terjadi di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat.

"Terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun, longsor," ucap Muhammad Ali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement