BANDUNG BARAT -- Sepuluh rumah di Kampung Cisarua Hilir, RT 04/03, Desa Sadangmekar, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat terancam dampak longsor. Sebab, tebing yang berada dekat pemukiman warga itu longsor, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, longsoran memiliki ketinggian sekitar 30 meter dan lebar mencapai 40 meter. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Yoga Ali Imbran, mengatakan kondisi tanah di lokasi masih berpotensi membahayakan permukiman warga. Terlebih, ditemukan retakan tanah sepanjang kurang lebih 50 meter di sekitar area longsor.
Akibat kejadian tersebut, satu rumah yang dihuni dua KK, yakni keluarga Eyep dan Ma Ari, terpaksa ditinggalkan penghuninya. Keduanya mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko longsor susulan.
"Longsoran mengancam 10 rumah dengan jumlah 11 KK. Saat ini, penghuni satu rumah yang ditempati Pak Eyep dan Ma Ari sudah mengungsi ke rumah kerabat," kata Yoga saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
BPBD menduga longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Kondisi tanah yang relatif labil turut meningkatkan risiko pergerakan tanah di sekitar permukiman.
Petugas BPBD KBB telah melakukan asesmen ke lokasi untuk mengetahui dampak kejadian sekaligus memetakan potensi bahaya bagi warga. Pengurus lingkungan juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengadakan ronda malam guna memantau kondisi di sekitar titik longsor.
"Warga yang tinggal di kawasan rawan diminta segera menjauh dan mengungsi ke rumah kerabat terdekat apabila hujan kembali turun, terutama jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan semakin meluas," ujarnya.