REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) Cirebon mencatat adanya penurunan jumlah pengunjung pada awal Ramadhan 1447 Hijriah dibandingkan hari-hari biasa. Meski demikian, angka kunjungan pada awal Ramadhan tahun ini dinilai masih lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala Bagian Humas dan Promosi BPTAGS, Eko Ardi Nugraha, menjelaskan, pihak pengelola sempat menutup operasional Goa Sunyaragi pada 19--20 Februari 2026. Hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.
“Saat kembali dibuka, jumlah pengunjung sekitar 50 orang, termasuk rombongan bus yang datang berkunjung ke Goa Sunyaragi,” ujar Eko, Selasa (24/2/2026).
Menurut Eko, masih adanya kunjungan wisatawan pada awal Ramadhan tidak terlepas dari momentum libur Imlek yang berdekatan dengan awal bulan puasa. Kondisi tersebut dimanfaatkan sejumlah wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata bersejarah yang berada di kawasan Jalan Brigjen Darsono By Pass, Kota Cirebon.
“Rata-rata pengunjung berasal dari luar kota. Bahkan ada juga wisatawan mancanegara, seperti dari Australia, Jepang, dan Singapura, yang sedang menikmati libur Imlek,” tambahnya.
Namun, Eko mengungkapkan aktivitas ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di kawasan Goa Sunyaragi belum terlihat signifikan pada awal Ramadan tahun ini. “Pengunjung yang datang di jam sore belum terlihat ramai. Paling hanya satu atau dua orang saja,” katanya.
Selama bulan Ramadan, pihak pengelola juga melakukan penyesuaian jam operasional objek wisata Goa Sunyaragi. Goa Sunyaragi dibuka mulai pukul 10.00 WIB dan tutup lebih awal, yakni pada pukul 16.00 WIB.
Sementara itu, harga tiket masuk selama Ramadan tidak mengalami perubahan. Untuk pengunjung umum dikenakan tarif Rp15 ribu, sedangkan pelajar dan mahasiswa dikenakan tarif Rp10 ribu.
“Harga tiket masih sama seperti hari biasa,” tukas Eko.