REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gerombolan remaja bersenjata tajam (sajam) berjumlah 17 orang saat momen sahur Ramadhan 1447 Hijriah diamankan jajaran tim Prabu Lodaya Presisi Polrestabes Bandung, Selasa (24/2/2026) pukul 04.17 WIB di kawasan Mekarwangi, Kota Bandung. Mereka menyita dua bilah senjata tajam jenis parang.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono melalui Kabag Ops Asep Saepudin mengatakan Tim Prabu Presisi Lodaya tengah melakukan patroli rutin di Polsek Bojongloa Kidul. Mereka melihat gerombolan remaja yang tengah berkumpul.
Saat didekati, ia mengatakan para remaja itu melarikan diri. Petugas kemudian melakukan pengejaran hingga akhirnya bisa mengamankan 17 orang sedangkan satu orang lainnya melarikan diri.
"Semuanya dibawa ke Polrestabes Bandung untuk diperiksa, sedangkan di lokasi ada dua senjata tajam jenis parang," kata dia.
Namun, pihaknya tidak menemukan adanya obat-obatan terlarang maupun minuman keras. Mayoritas mereka yang diamankan yaitu pelajar dan remaja berasal dari Cibaduyut dan wilayah Sauyunan.
Pihaknya masih mendalami tujuan gerombolan remaja itu berkumpul dini hari dan membawa senjata tajam. Pemeriksaan masih dilakukan secara intensif.
Asep menegaskan kepolisian tidak akan mentoleransi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti balapan liar, perang sarung. Maupun aksi kekerasan jalanan lainnya yang muncul saat bulan puasa Ramadhan.
“Polrestabes Bandung tidak akan mentoleransi pemuda yang masih bandel melakukan balapan liar, perang sarung, atau kegiatan lain yang sangat mengganggu kamtibmas di Kota Bandung," kata dia.
Ia mengatakan pihaknya juga melarang komunitas atau kelompok apa pun untuk menggelar sahur on the road. Sebab sering memicu gesekan.
“Kami melarang komunitas apa pun melakukan sahur on the road," kata dia.