Kamis 26 Feb 2026 15:43 WIB

KDM Pinjam Rp 2 Triliun untuk Infrastruktur dan Langkahnya yang Enggan Naikkan Opsen Pajak Kendaraan

Pinjaman dilakukan mengingat Pemprov Jabar kehilangan anggaran hampir Rp 3 triliun.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemaparan saat refleksi akhir tahun di Gedung Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025). KDM mengaku telah meminjam uang Rp 2 triliun kepada bank, di antaranya Bank BJB untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat.
Foto: Edi Yusuf
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan pemaparan saat refleksi akhir tahun di Gedung Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/12/2025). KDM mengaku telah meminjam uang Rp 2 triliun kepada bank, di antaranya Bank BJB untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM) mengaku telah meminjam uang Rp 2 triliun kepada bank, di antaranya Bank BJB untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Jawa Barat. Ia mengatakan, pinjaman dilakukan mengingat Pemprov Jabar kehilangan anggaran fiskal hampir Rp 3 triliun.

"Ya gini, saya pinjam uang, nih Pemda Jawa Barat pinjam uang untuk bangun tadi tuh puncak dia, bikin underpass, bikin jembatan layang, yang proyek-proyek besar kan," ucap dia di Gedung Sate, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga

Ia menuturkan, pembayaran pinjaman itu akan dicicil hingga tuntas selama kepemimpinannya tahun 2030. Dedi mengatakan, pinjaman dilakukan kepada Bank BJB.

"Itu cicilannya sampai 2030. Selama saya memimpin jadi tidak boleh lebih. Pinjamannya dari Bank BJB," kata dia.

Ia mengatakan, pinjaman dana untuk pembangunan infrastruktur dilakukan mengingat fiskal Jawa Barat hilang sebanyak Rp 3 triliun. Dedi mengatakan, pembangunan infrastruktur membutuhkan dana yang besar.

"Pemda provinsi Jawa Barat mengalami kehilangan fiskal hampir Rp 3 triliun, saya jujur aja tahun ini saya mengajukan pinjaman Rp 2 triliun," kata dia.

Ia mengatakan, anggaran pembangunan infrastruktur yang berasal dari pinjaman akan dilakukan pada infrastruktur berskala besar. "Hanya berlaku selama saya memimpin untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur infrastruktur yang besar," kata dia.

Opsen kendaraan

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement