Selasa 03 Mar 2026 20:28 WIB

Gerhana di Bulan Ramadhan, Benarkah Tanda Munculnya Imam Mahdi?

Buya Yahya menyebut Imam Mahdi tak perlu dicari.

Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon. Ilustrasi
Foto: Express.co.uk
Gerhana Bulan Total atau Super Blue Blood Moon. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Gerhana Bulan Total pada Selasa 3 Maret 2026 bertepatan dengan bulan Ramadhan. Berkembang isu di tengah umat Islam jika munculnya gerhana pada bulan Ramadhan menjadi tanda kemunculan Imam Mahdi, benarkah?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gerhana kali ini dapat disaksikan di kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, Asia Tengah, Australia, serta sebagian wilayah Amerika bagian timur. 

Baca Juga

Pengasuh lembaga pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya menjelaskan sekaligus meluruskan isu kemunculan Imam Mahdi dengan gerhana pada bulan Ramadhan.

Menurut Buya Yahya datangnya Imam Mahdi terutama bagi ahli Sunnah Wal Jamaah adalah hal yang wajib umat Islam yakini. Dalam akun YouTube Al-Bahjah TV, Rabu 19 April 2023, Buya Yahya mengatakan, bukan hanya kelompok, ada kelompok yang lain ada kelompok yang lain, yang mengimani Imam Mahdi dengan versinya. Tapi Imam Mahdi menurut kita ahli Sunnah Wal Jamaah itu ada. 

"Kata baginda Nabi, yang namanya sama dengan namaku yaitu Muhammad bin Abdullah. Dan itu akan dilahirkan dan datang keturunan daripada Said Fatimah dan nanti akan menjadi imam salat di saat bersama Sayyidina Isa Alaihissalam, menjadi makmum,” kata Buya Yahya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republikayogya (@republikayogya)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement