REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Kepadatan kendaraan roda dua dan roda empat terjadi di jalur selatan Nagreg pada Kamis (19/3/2026) siang. Kepadatan terjadi dari mulai Jalan Cikaledong, Nagreg hingga ke Jalan Cicalengka di kawasan Batalyon Zeni Tempur 3.
Kepadatan sempat terurai saat dilaksanakan kebijakan one way dari arah Cikaledong menuju ke Limbangan, Garut. Kendaraan yang melintas berasal dari sejumlah wilayah di Jabodetabek dan pulau Sumatra.
Sementara itu, arus lalu lintas dari gerbang tol keluar Cileunyi hingga Rancaekek terpantau ramai lancar.
Salah seorang pemudik sepeda motor Cece Aminata (37 tahun) sengaja berangkat mudik sehabis sahur dari Sukabumi menuju Kuningan. Ia berangkat bersama istri dan seorang anak perempuan.
"Jam 05.00 WIB dari Sukabumi tujuan Kuningan, biasa perjalanan 7 jam. Ini sudah tiga kali istirahat di Cianjur, Cimahi sama di Bandung. Tiap tahun naik motor," kata dia ditemui di Bandung, Kamis (19/3/2026).
Ia mengatakan, perjalanan mudik tahun 2026 relatif berjalan lancar.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo mengatakan arus mudik di jalur Nagreg pada Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis (19/3/2026) dini hari mengalami peningkatan. Bahkan sempat terjadi kondisi tidak dapat bergerak walau hanya beberapa saat.
"Tapi cepat terurai karena memang sudah ditangani oleh kepolisian, Lintas di wilayah Cikaledong," kata dia.
Eric melanjutkan, hingga Kamis pagi sekitar 60 ribu kendaraan telah melintasi jalur Nagreg. Apabila terus meningkat maka diprediksi puncak arus mudik terjadi pada hari ini.
"Kalau grafiknya stabil ataupun meningkat, bisa kami nyatakan bahwa puncak arus mudik kemungkinan terjadi hari ini di H-2 Lebaran. Ini sama dengan tahun kemarin, puncak arus mudik terjadi di H- 2 Lebaran sebanyak 142 ribu kendaraan," kata dia.