Jumat 26 Jun 2026 18:37 WIB

Susanto Triyogo: Mimpi Besar Harus Disertai Peta Jalan yang Jelas

Kombinasi pendidikan, pengalaman, dan karakter yang baik menjadi modal penting.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Ferry kisihandi
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro.
Foto: dok pribadi
Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --  Sekretaris Komisi I DPRD Kota Bandung, Susanto Triyogo Adiputro mengajak generasi muda tidak hanya memiliki mimpi besar, juga menyusun target dan langkah yang terukur dalam mewujudkan cita-cita mereka.

Pesan tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber Leadership Camp (LC) MAI Angkatan XIV Tahun 2025 bertema Rise to Infinity yang diikuti 162 peserta di Pusdikdif, Kota Bandung, Rabu (24/6/2026).

Menurut Susanto, setiap orang perlu memiliki tujuan hidup yang jelas serta peta jalan yang dapat menjadi panduan dalam mencapai cita-cita. Baik bercita-cita menjadi profesional, akademisi, pebisnis, pekerja sosial, maupun politisi, semuanya memerlukan perencanaan yang matang.

"Kalau ingin menjadi profesional, kapan target tertingginya dicapai. Kalau menjadi akademisi, capaian tertingginya bisa menjadi rektor. Kalau menjadi politisi, capaian tertingginya adalah presiden. Jadi bukan sekadar bermimpi, tetapi harus memiliki jalur dan manifestasi yang jelas," kata Susanto.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga berbagi pengalaman perjalanan kariernya. Meski menempuh pendidikan teknik di Institut Teknologi Bandung, ia justru berkiprah di dunia politik hingga dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Bandung.

Menurutnya, jurusan pendidikan tidak selalu menentukan profesi yang akan dijalani seseorang di masa depan. Pendidikan, kata dia, berfungsi membentuk pola pikir dan kemampuan analitis yang dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan.

"Siapa yang tahu masa depan? Jangan berpikir jurusan yang kita ambil harus selalu sama dengan pekerjaan yang dijalani nanti. Pendidikan membentuk kemampuan analisis, sedangkan pengalaman, komunikasi, dan humanisme menjadi bekal penting yang tidak bisa digantikan," ujarnya.

Karena itu, Susanto mendorong peserta aktif mencari pengalaman, meningkatkan kemampuan komunikasi, dan terlibat dalam berbagai organisasi. 

Menurutnya, pengalaman tersebut akan membantu seseorang memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil sekaligus memperluas cara pandang terhadap berbagai persoalan.

Ia menilai kebingungan dalam menentukan arah masa depan merupakan hal yang wajar dialami generasi muda. 

Susanto mengaku pernah memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Namun, dalam perjalanan hidupnya, berbagai pertimbangan, termasuk faktor keluarga, membuatnya menyesuaikan kembali rencana tersebut.

"Apa yang kita cita-citakan mungkin tidak semuanya terwujud, tetapi semuanya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup kita," katanya.

Melalui Leadership Camp MAI Angkatan XIV, Susanto berharap peserta dapat tumbuh menjadi generasi muda yang memiliki visi yang kuat, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan yang semakin dinamis. 

Menurutnya, kombinasi antara pendidikan, pengalaman, dan karakter yang baik akan menjadi modal penting dalam meraih kesuksesan di berbagai bidang. 

Berita Lainnya

Rekomendasi