REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengecek ruas Jalan Mukapayung-Kidangpananjung-Tanjungwangi. Ia sontak kaget melihat kondisi kerusakan jalan penghubung Kecamatan Cililin-Cihampelas itu dan sudah memasukannya dalam daftar perbaikan tahun ini.
"Jalan ini setiap hari digunakan masyarakat untuk beraktivitas. Kita sudah menerima laporan kondisinya, dan hari ini saya datang langsung untuk melihat bagaimana kondisinya," kata Jeje saat dikonfirmasi, Kamis (17/9/2026).
Berdasarkan laporan kondisi pada akhir 2025, dari total 9,7 kilometer ruas jalan tersebut, sekitar 1,6 kilometer berada dalam kondisi baik. Sementara sekitar 8,1 kilometer atau 83,5 persen masih mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang beragam. Jalan itu terakahir diperbaiki tahun 2017.
Melihat kondisi itu, Jeje menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung Barat untuk memasukannya ke dalam daftar perbaikan jalan tahun ini. Namun perbaikannya akan dilakukan secara bertahap karena harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran.
Jeje mengatakan, penanganan Jalan Mukapayung-Kidangpananjung-Tanjungwangi difokuskan terlebih dahulu pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah agar perbaikan dapat memberikan dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat.
"Kita prioritaskan bagian yang kondisinya paling parah. Dari total 9,7 kilometer, tahun ini kita tangani 3,7 kilometer. Mudah-mudahan secara bertahap bagian lainnya juga bisa kita lanjutkan," ujar Jeje.
Dirinya menegaskan, perbaikan jalan ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Bandung Barat untuk mempercepat perbaikan infrastruktur dan memberikan akses jalan yang lebih layak bagi masyarakat.
"Sekarang kita melihat kondisinya saat musim kemarau. Saya juga sudah melihat video dari warga ketika musim penghujan. Tentu ini harus menjadi perhatian kita, karena masyarakat menggunakan jalan ini setiap hari," ujarnya.
Pada 2026, lanjut Jeje, Pemkab Bandung Barat mengerjakan perbaikan di 34 ruas jalan. Selain ruas Jalan Mukapayung-Kidangpanjungan-Tanjungwangi, terdapat dua ruas jalan baru lainnya yang masuk dalam penanganan, yaitu ruas Jalan Kertamukti-Sarimukti dan ruas Jalan Cipendeuy-Ciroyom.
Pemkab Bandung Barat juga melanjutkan penanganan terhadap tujuh ruas jalan lanjutan yang sebelumnya telah mulai dikerjakan. Jeje menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan, kebutuhan masyarakat, serta kemampuan anggaran daerah.
"Memang masih banyak ruas jalan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, kita terus melakukan percepatan. Kita kerjakan secara bertahap, kita prioritaskan yang paling dibutuhkan masyarakat," tutur Jeje.
Dirinya berharap perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di wilayah yang dilalui ruas jalan tersebut. "Dengan segala daya dan upaya, kami akan terus mempercepat perbaikan infrastruktur secara merata di Bandung Barat," kata Jeje.