REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat meminta agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis terhadap mereka yang memiliki perilaku menyimpang LGBT merespons adanya gerakan boti hunter. MUI mengajak agar mereka dilakukan pembinaan sehingga terjauh dari perilaku menyimpang tersebut.
"Ya mungkin niatnya bagus tetapi caranya yang mungkin kurang elok. Kita negara hukum, kita negara hukum negara berdaulat. Saya pikir belum saatnya memakai tindakan-tindakan anarkis seperti itu," ucap Ketua MUI Jabar KH Anang Abdussalam, Kamis (9/7/2026).
Ia menyarankan untuk melakukan pembinaan terhadap para pihak yang berperilaku menyimpang. Dengan begitu diharapkan para pihak yang berperilaku menyimpang tidak semakin tersakiti.
"Saran dari kami mereka saudara kita. Mereka hanya terkena penyakit, mereka butuh kasih sayang dan perhatian lebih. Mereka butuh pembinaan," kata dia.
Ia mengatakan perilaku menyimpang LGBT akan menimbulkan azab atau bencana jika terus dibiarkan. Karena itu, perlu ditangani bersama agar segera terselesaikan.