REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Suasana pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cibeber Mandiri, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat terasa lebih meriah dan menghibur pada Selasa (14/7/2026).
Di hari kedua MPLS ini, siswa kehadiran par penghibur yang lekat dengan riasan wajah putih, hidung berwarna merah, kostum warna-warni, serta sepatu yang kebesaran alias badut. Gerakan tubuhnya canggung, pura-pura gagal dalam trik sulap, namun berujung memicu tawa siswa dan guru.
Penampilan badut benar-benar menghipnotis siswa SD yang duduk rapi bersila di atas terpal plastik sebagai alasnya. Trik-trik sulap receh dibarengi dengan dialog interaktif sang badut, seolah memberi inspirasi lain bagi guru kala mengajar anak didiknya di ruang kelas.
"Senang banget bisa nonton badut. Tadi seru dengar cerita lucu, terus ada sulap, sama main balon-balon sabun," tutur Davin, salah seoranag siswa baru SDN Cibeber Mandiri 3.
Perwakilan komunitas Badut Cimahi, Hendayana mengatakan, badut yang sudah berkeliling ke beberapa sekolah selama MPLS tahun 2026 ini menyelipkan nasihat agar siswa manut pada guru dan orang tua, belajar yang rajin, hingga tak banyak menggunakan ponsel.
"Sengaja kita selipkan juga edukasi, biar anak-anak ini setidaknya bisa membantu peran guru dan orangtua ya. Kita sampaikan nasihat ini dengan kemasan yang berbeda, seperti istigosah," ujarnya.