Rabu 22 Jul 2026 00:05 WIB

Polisi Bantah Isu Ada Daerah Merah Rawan Begal di Bandung

Seluruh wilayah Kota Bandung berada dalam pantauan dan monitoring aparat kepolisian.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Razia Geng Motor (ilustrasi)
Foto: Antara
Razia Geng Motor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Polrestabes Bandung meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan cemas terhadap situasi kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung, Jawa Barat. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi memastikan petugas kepolisian hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman.

"Polrestabes Bandung berkomitmen untuk menjaga situasi kamtibmas di Kota Bandung ini tetap kondusif. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir, masyarakat tidak perlu cemas, karena setiap saat kita selalu hadir di tengah-tengah masyarakat," ucap Dedi Supriyadi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (21/7/2026) sore.

Baca Juga

Dedi mengungkapkan kabar yang beredar di masyarakat bahwa terdapat daerah zona merah, hijau dan daerah kuning rawan begal tidak benar. Dedi menyebut seluruh wilayah Kota Bandung berada dalam pantauan dan monitoring aparat kepolisian untuk dijaga keamanan dan ketertiban.

"Terkait dengan berita-berita di media sosial bahwasanya ada daerah rawan, daerah merah, daerah hijau, dan daerah kuning, itu tidak benar," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu resah dan merasa cemas saat berada di Kota Bandung baik bagi warga Kota Bandung maupun yang akan berlibur ke Kota Bandung. "Kami imbau kepada masyarakat Kota Bandung tidak perlu resah, tidak perlu lagi merasa-rasa cemas, khususnya untuk warga Bandung itu sendiri maupun warga yang akan berlibur ke Kota Bandung," kata dia.

Dedi pun memastikan seluruh personel kepolisian akan menjaga kota Bandung sehingga memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pihaknya juga rutin melaksanakan patroli bersama.

"Kurang lebih dua pertiga kekuatan kita turunkan, dari sejumlah 2.600 personil secara bergantian," kata dia.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi