Kamis 20 Aug 2026 08:30 WIB

Setengah Juta Jiwa di Jabar Terdampak Kekeringan dan Kesulitan Air Bersih

Masyarakat mengalami kekurangan air bersih termasuk untuk sektor pertanian.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Seorang warga mengangkat air menggunakan galon saat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan di Kampung Karacak RT 01/08, Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan bencana kekeringan karena musim kemarau berkepanjangan terus meluas ke enam kabupaten dan satu kota di Jawa Barat yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Sukabumi serta lebih dari 10.000 warga mengalami krisis air bersih akibat bencana alam tersebut.
Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Seorang warga mengangkat air menggunakan galon saat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan di Kampung Karacak RT 01/08, Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/7/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebutkan bencana kekeringan karena musim kemarau berkepanjangan terus meluas ke enam kabupaten dan satu kota di Jawa Barat yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Sukabumi serta lebih dari 10.000 warga mengalami krisis air bersih akibat bencana alam tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan 175 kecamatan di 387 desa atau kelurahan terdampak kekeringan hingga 18 Agustus 2026. Masyarakat mengalami kekurangan air bersih termasuk untuk sektor pertanian.

"Kekeringan tersebut berdampak terhadap 160.862 kepala keluarga atau sekitar 519.687 jiwa," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat dikutip, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga

Ia mengatakan pihaknya bersama pihak terkait telah menyalurkan 12.121.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hadi mengatakan Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar yaitu 180.247 jiwa dari 55.958 kepala keluarga yang tersebar di 123 desa atau kelurahan dan 30 kecamatan.

"Wilayah tersebut menerima distribusi air bersih sebanyak 1.743.500 liter," kata dia

Selanjutnya, Kabupaten Bekasi menempati urutan kedua dengan 61.886 jiwa terdampak dari 20.187 kepala keluarga. Dampak kekeringan tercatat di 32 desa atau kelurahan dan 11 kecamatan.

"Distribusi air bersih mencapai 5.322.800 liter, menjadi distribusi air terbesar di Jawa Barat," ungkap dia.

Selain itu, Kabupaten Purwakarta berada di urutan ketiga dengan 39.409 jiwa terdampak dari 12.885 kepala keluarga. Kekeringan melanda 24 desa atau kelurahan di 12 kecamatan dengan distribusi air bersih sebanyak 396.500 liter.

Berita Lainnya

Rekomendasi