REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat melaporkan 175 kecamatan di 387 desa atau kelurahan terdampak kekeringan hingga 18 Agustus 2026. Masyarakat mengalami kekurangan air bersih termasuk untuk sektor pertanian.
"Kekeringan tersebut berdampak terhadap 160.862 kepala keluarga atau sekitar 519.687 jiwa," ucap Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat dikutip, Kamis (20/8/2026).
Ia mengatakan pihaknya bersama pihak terkait telah menyalurkan 12.121.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hadi mengatakan Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar yaitu 180.247 jiwa dari 55.958 kepala keluarga yang tersebar di 123 desa atau kelurahan dan 30 kecamatan.
"Wilayah tersebut menerima distribusi air bersih sebanyak 1.743.500 liter," kata dia
Selanjutnya, Kabupaten Bekasi menempati urutan kedua dengan 61.886 jiwa terdampak dari 20.187 kepala keluarga. Dampak kekeringan tercatat di 32 desa atau kelurahan dan 11 kecamatan.
"Distribusi air bersih mencapai 5.322.800 liter, menjadi distribusi air terbesar di Jawa Barat," ungkap dia.
Selain itu, Kabupaten Purwakarta berada di urutan ketiga dengan 39.409 jiwa terdampak dari 12.885 kepala keluarga. Kekeringan melanda 24 desa atau kelurahan di 12 kecamatan dengan distribusi air bersih sebanyak 396.500 liter.