Senin 24 Aug 2026 15:35 WIB

Museum Permainan Tradisional Komunitas Hong di Bandung Direvitalisasi

Proses revitalisasi berlangsung sejak bulan April hingga November 2026.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Mas Alamil Huda
Museum permainan tradisional komunitas Hong di Bandung.
Foto: Dok Ist
Museum permainan tradisional komunitas Hong di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Dosen Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University melakukan revitalisasi museum permainan tradisional komunitas Hong di Bandung melalui inovasi display interaktif berbasis 3D printing. Proses revitalisasi berlangsung sejak bulan April hingga November 2026.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nurul Fitriana Bahri mengatakan, museum permainan tradisional yang dilestarikan Komunitas Hong harus diperkuat dari sisi desain ruang, media edukasi, dan tata pamer. Sehingga diharapkan relevan terhadap generasi muda khususnya Z.

Baca Juga

"Tim FIK Telkom University merancang pengembangan sistem display museum dengan memanfaatkan teknologi 3D printing dan digital fabrication," ucap dia yang memperoleh dukungan anggaran program inovasi seni Nusantara dari Kemenristekdikti, Senin (24/8/2026).

Ia melanjutkan, pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk menghadirkan pengalaman ruang yang lebih menarik sekaligus memperkuat fungsi edukasi museum. Penataan ulang dilakukan mempertimbangkan alur sirkulasi pengunjung, optimalisasi pencahayaan, serta pengembangan soundscape yang dapat menghidupkan suasana ruang pamer dan membangun pengalaman multisensori bagi pengunjung.

"Proses revitalisasi dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang memadukan observasi, workshop, dan forum diskusi kreatif," ungkap dia.

Pada tahap awal riset, Nurul mengaku telah berkomunikasi dengan pendiri komunitas Hong untuk memetakan kebutuhan dan inovasi revitalisasi. Selanjutnya dilakukan workshop agar tim dapat mendalami karakteristik semua koleksi museum.

"Tim mempelajari bentuk, material, serta cara bermain dari berbagai permainan tradisional yang terdapat di museum," kata dia.

Selanjutnya pihaknya juga berdiskusi dengan akademisi FIK Telkom University tentang perancangan ruang museum interaktif dan desain pameran mulai dari display, pencahayaan, dan pengalaman pengunjung. Serta membahas pemanfaatan digital fabrication dan teknologi 3D printing sebagai bagian dari inovasi dalam pengembangan museum.

Kegiatan revitalisasi museum pun sesuai Asta Cita presiden yaitu berkontribusi dalam memperkuat identitas komunitas sekaligus menjaga keberlanjutan nilai budaya lokal. Serta mendukung SDGs .

"Kolaborasi dengan Komunitas Hong menjadi ruang bagi dosen untuk mengimplementasikan pengetahuan dan kompetensi akademiknya," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi