Senin 24 Aug 2026 16:58 WIB

Teladani Rasulullah, Pradi Ajak Warga Jabar Perkuat Persaudaraan

Keteladanan Rasulullah SAW terasa dekat dengan persoalan masyarakat saat ini.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Dwi Murdaningsih
Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna.
Foto: istimewa
Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momen untuk kembali mengingat sosok Rasulullah bukan hanya sebagai pemimpin umat, tetapi juga sosok mulia yang mengajarkan kelembutan, kepedulian, kejujuran, dan kasih sayang kepada sesama.

Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna mengajak masyarakat Jabar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Pradi, keteladanan Rasulullah SAW justru terasa dekat dengan persoalan masyarakat saat ini. Ketika perbedaan mudah memicu perdebatan dan informasi begitu cepat menyebar, sikap santun, sabar, dan menghargai orang lain menjadi semakin penting.

“Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan tahunan. Yang lebih penting adalah bagaimana akhlak Rasulullah bisa kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga dalam kehidupan berbangsa,” ujar Pradi kepada Republika.co.id, Senin (24/8/26) sore.

Ia menilai Rasulullah SAW memberikan pelajaran penting tentang bagaimana memperlakukan orang lain dengan penuh penghormatan. Bahkan ketika menghadapi perbedaan dan persoalan, Rasulullah tetap mengedepankan kebijaksanaan serta kasih sayang.

Nilai tersebut, kata Pradi, relevan untuk terus dirawat di Jawa Barat yang memiliki masyarakat dengan latar belakang beragam. Persaudaraan dan gotong royong perlu menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai persoalan sosial.

“Kalau semangat saling membantu dan peduli terus kita jaga, persoalan di tengah masyarakat akan terasa lebih ringan. Kita tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaan,” katanya.

Pradi juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda. Menurutnya, anak-anak muda saat ini tumbuh di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat. Mereka tidak hanya membutuhkan kecakapan akademik dan digital, tetapi juga karakter yang kuat

Ia berharap generasi muda dapat mengenal Rasulullah SAW bukan sekadar melalui sejarah, melainkan memahami nilai kehidupan yang beliau contohkan.

“Anak-anak muda harus punya mimpi besar, tetapi tetap memiliki akhlak. Kemajuan teknologi harus dibarengi dengan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap orang lain,” kata Pradi.

Bagi Pradi, semangat Maulid Nabi pada akhirnya dapat dimaknai secara sederhana: menjadi manusia yang lebih baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Ia pun mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kembali kepedulian.

“Semoga Maulid Nabi membawa keberkahan dan mengingatkan kita untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.  

Berita Lainnya

Rekomendasi