Ahad 27 Sep 2026 15:56 WIB

KDM Ingin angkat Pemetik Teh dari Kemiskinan, Begini Caranya

KDM bakal membangun rumah untuk para pemetik teh di wilayah perkebunan di Jawa Barat.

Rep: M. Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Buruh memetik daun teh di area perkebunan teh.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Buruh memetik daun teh di area perkebunan teh.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) bakal membangun rumah untuk para pemetik teh di wilayah perkebunan di Jawa Barat. Langkah itu dilakukan mengingat kondisi para pemetik teh yang banyak mengalami kemiskinan.

"Rumah (pemetik teh) bedengnya itu jeleknya luar biasa. Tapi kebun teh, datang pemodal baru, bikin cottage, bikin kawasan wisata. Maka saya mulai, tahun ini ya, mudah-mudahan tahun ini tuh sudah bisa dibangun (rumah)," ucap Dedi di acara ESG Ground Talk dan Bebersih Leweung Republika di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Baca Juga

Gubernur yang akrab disapa KDM ini mengaku akan memasifkan pembangunan rumah untuk rakyat miskin di perkebunan Pangalengan, Malabar, Ciwidey dan lainnya. Mereka pun akan didik terkait kepariwisataan agar rumahnya berubah menjadi homestay.

"Tahun depan akan saya masifkan seluruh rumah-rumah rakyat miskin yang ada di perkebunan Pangalengan, Malabar, Ciwidey semuanya, saya akan bangunkan rumahnya dan mereka nanti dididik dididik kepariwisataan rumah itu berubah jadi homestay," kata KDM.

Dengan begitu, rumah rumah warga bisa dapat menjadi homestay dan mendapatkan penghasilan tambahan. Ia menyebut upah pemetik teh sekitar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu sehari.

"Ini cara mengubah nah untuk itu ini yang menjadi orientasi. Semoga ke depan berubah, karena saya memimpin Jawa Barat dalam 5 tahun ini, enggak akan ada arti kalau saya tidak bisa menghijaukan provinsi Jawa Barat," kata dia.

Berita Lainnya

Rekomendasi