Kamis 26 Aug 2021 19:03 WIB

PTM Diperbolehkan, Disdik Bandung Cek Kesiapan Sekolah

PTM akan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan prokes ketat.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andi Nur Aminah
Sejumlah siswa berjalan keluar dari area sekolah usai mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM)
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah siswa berjalan keluar dari area sekolah usai mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung segera mengecek kesiapan sekolah pasca kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) diperbolehkan untuk kota atau kabupaten yang berada di level 3. PTM akan dilaksanakan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Begini, tentu kami membuat pemetaan kesiapan infrastruktur, kesiapan desain kurikulum, kesiapan guru, kesiapan protokol kesehatan di tiap sekolah sejauh mana. Kesiapan itu tidak bisa ditebak-tebak tentu kami tidak memberikan tiket gratis kepada semua sekolah secara serta merta sekolah di Bandung diperbolehkan," ujar Sekretaris Disdik Kota Bandung, Cucu Saputra saat dihubungi, Kamis (26/8).

Baca Juga

Ia menuturkan, kesiapan sekolah diperiksa melalui daftar periksa sekolah yang berada di sistem dapodik. Selanjutnya, sistem di antaranya akan menunjukan kebutuhan alat-alat yang diperlukan untuk penerapan protokol kesehatan.

"Setelah direkap by sistem maka dilanjutkan monev memastikan tiap satuan pendidikan itu. Tentu keputusannya bukan disdik tapi disdik merekomendasikan sekolah, keputusan di Satgas Covid-19. Tapi karena jumlah banyak dan tidak terpusat maka didistribusi di satgas kecamatan," katanya.

 

Cucu mengatakan tim yang terdiri atas berbagai unsur dan lembaga akan mengecek sekolah yang siap melaksanakan PTM terbatas. Pelaksanaan PTM terbatas akan dilakukan secara bertahap dengan persyaratan yang ketat.

"Tidak akan langsung di angka 50 persen tapi bertahap dulu nanti ada monev nanti 20 persen. Pak sekda sudah menandatangi buku pedoman," katanya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya terlebih dahulu akan mengecek kondisi pandemi Covid-19 dan tidak ingin terburu-buru memutuskan untuk melaksanakan PTM terbatas. Ia mengatakan saat ini pihaknya berupaya mengoptimalkan layanan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Apabila PTM dilaksanakan sebanyak 20 persen maka pembelajaran yang lain tetap memakai PJJ.

"Kita tetap mengoptimalkan layanan PJJ, blended learning. Sekolah memberikan layanan PTM terbatas dan PJJ yang berikutnya izin orang tua menjadi kunci, jangan ada yang dipaksakan," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement