Sabtu 22 Jan 2022 22:15 WIB

Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Jabar Bidik Wisata Religi Terkonsep

Wisata religi memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila ditata dengan baik.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Foto: istimewa
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, saat ini Jabar tengah mematangkan pengembangan wisata religi yang lebih terkonsep. Menurut Ridwan Kamil, wisata religi memiliki potensi ekonomi yang tinggi bila ditata dengan baik. 

"Kami pernah menghitung, wisata religi itu nilai ekonominya tinggi sekali," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam siaran persnya, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga

Emil mengatakan, pengembangan wisata religi di Jabar bertujuan agar peziarah lebih nyaman dan pedagang kaki lima tertata. Dampaknya denyut ekonomi akan meningkat. "Di Jabar sedang dikonsepkan wisata religi dengan penataan serius, sehingga peziarah nyaman, PKL tertata, dan semua dapat barokahnya," katanya.

Emil menyontohkan sejumlah destinasi wisata religi di Jabar yang saat ini sering dikunjungi peziarah. Di antaranya Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, Situ Lengkong Panjalu, dan Pamijahan di Tasikmalaya. 

Menurutnya, dari wisata religi sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) akan tumbuh usaha kuliner dan cinderamata. "Seperti saya tadi beli sate Madura (saat berkunjung ke Bangkalan, Red) dan oleh-oleh, kalikan saja ribuan orang yang datang, UMKM akan meningkat apalagi penataannya lebih baik," katanya. 

Usai berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di Bangkalan, Emil sempat membeli sate Madura ditemani Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di area ziarah. Menurutnya, sate Madura di tempat aslinya rasa lebih enak dengan kontur yang lebih gemuk.

"Sate Madura di sini lebih gemuk dan rasanya lebih enak. Kalau di Jabar agak tipis satenya, tapi umumnya kecap dan bumbunya sama, lontongnya juga sama," katanya.

Adapun kunjungan ke wisata religi biasanya sering ramai di bulan Maulud. Kang Emil mengatakan, warga Jabar yang berziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil di bulan Maulud bisa mencapai 10 bus. "Bulan Maulud bulan yang paling banyak warga Jabar datang ke sini, ada 5 sampai 10 bus," katanya.

Sementara menurut Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar, wisata religi sangat potensial. "Wisata religi sedang kita kuatkan terutama wisata halal. Saya sedang petakan supaya kawasan wisata ini ramah muslim," katanya. 

Dengan rencana pengembangan wisata religi, kata Benny, diharapkan mampu memberi variasi tujuan wisata bagi pelancong. "Pak Gubernur kan menyampaikan bahwa lokomotif ekonominya di sektor pariwisata. Nah, mudah-mudahan dengan banyaknya wisata di Jabar ini berdampak terhadap kunjungan wisatawan baik domestik maupun wisman. Jadi kita akan mulai pikirkan," paparnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement