Ahad 23 Jan 2022 14:24 WIB

Dua Pasien Omicron Meninggal, Legislator: Bahaya Nyata, Jangan Anggap Remeh!

Semua pihak mempersiapkan diri terhadap lonjakan kasus covid beberapa hari ke depan.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo.
Foto: dpr
Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah mengumumkan dua pasien konfirmasi positif covid-19 varian Omicron, meninggal dunia. Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai, diumumkannya fatalitas pertama di Indonesia akibat Omicron oleh pemerintah, menunjukan bahwa ancaman varian Omicron nyata dan berbahaya. 

"Terhadap diumumkan pemerintah (Omicron) telah membawa korban fatalitas rate-nya sudah terbukti dan telah ditemukan di Indonesia. Saya kira, ini membuktikan bahwa Omicron itu bahaya. Omicron itu nyata, dan Omicron itu ya saya kira berisiko bagi orang yang belum divaksin, orang yang meskipun divaksin punya komorbid," kata Rahmad kepada Republika, Ahad (23/1).

Dengan adanya temuan tersebut, Rahmad meminta, semua pihak untuk mempersiapkan diri terhadap lonjakan kasus covid beberapa hari ke depan. Politikus PDIP itu juga mengimbau, kepada seluruh warga negara untuk saling mengingatkan, dan saling menyampaikan informasi untuk tidak menganggap remeh Omicron. 

"Jangan menganggap Omicron tidak bahaya, apalagi menganggap Omicron sudah tidak membuat fatalitas rate bagi para pasien," ujarnya.

 

Data menunjukkan, di luar negeri banyak yang sudah meninggal karena Omicron. Rahmad mengajak, masyarakat untuk saling mengingatkan, meskipun mayoritas OTG, tapi akan beresiko kepada orang-orang yang punya komorbid maupun orang yang sama sekali belum divaksin.

"Sedangkan rakyat kita masih jutaan yang belum vaksin. Nah ini harus menjadi perhatian bersama dan menjadi kita untuk semakin hati-hati," ungkapnya.

Rahmad mendorong pemerintah daerah untuk segera menggencarkan vaksinasi, khususnya bagi mereka yang belum menerima vaksin pertama dan kedua. Dia juga mendorong, keberhasilan program vaksinasi booster.

"Ketiga, kita usulkan kepada pemerintah untuk segera melakukan booster dengan cepat. Meskipun kita sekarang sudah berproses saya kira sudah on the track ya sekarang udah ada menjalankan vaksin booster sehingga kita dorong kita proses percepatan," imbaunya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement