Selasa 25 Jan 2022 00:45 WIB

Ridwan Kamil Usulkan Tokoh Sunda Ali Sadikin Jadi Nama Tol Cisumdawu

Pada Juni 2022, jalan tol dari Cileunyi hingga Bandara Kertajati sudah bisa diakses.

Rep: Arie Lukihardianti / Red: Agus Yulianto
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama pejabat Kementerian PUPR menekan tombol sebagai tanda peresmian Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (24/1/2022). Jalan Tol Cisumdawu seksi I Cileunyi-Pamulihan yang memiliki panjang 11,71 kilometer itu bisa dilewati secara grtais selama dua pekan.
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) bersama pejabat Kementerian PUPR menekan tombol sebagai tanda peresmian Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (24/1/2022). Jalan Tol Cisumdawu seksi I Cileunyi-Pamulihan yang memiliki panjang 11,71 kilometer itu bisa dilewati secara grtais selama dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) akan beroperasi penuh pada Juni 2022 mendatang. Proses aktivasi Cisumdawu sendiri sudah dimulai dengan pengoperasian Tol Cisumdawu seksi I Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 kilometer oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Senin (24/1).

Menurut Ridwan Kamil, pihaknya sudah melaporkan secara resmi pada Presiden Jokowi terkait penyempurnaan jalan tol yang seluruhnya ada enam seksi. "Kalau tidak ada halangan di bulan Juni 2022 bisa selesai, sehingga dari Cileunyi ini bisa terus ke Bandara Kertajati yang kita banggakan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

Emil mengatakan, pihaknya sudah menerima sejumlah usulan dan aspirasi masyarakat agar infrastruktur besar seperti Bandara Kertajati dan Cisumdawu memakai nama tokoh nasional asal Jawa Barat.

Kertajati sendiri, kata dia, diusulkan menjadi Bandara BJ Habibie. Tapi, karena bandara tersebut belum beroperasi secara optimal maka usulan tersebut belum didorong maksimal dan masih menjadi bahan diskusi. 

 

"Juga ada aspirasi Tol Cisumdawu jika memang tidak ada halangan bisa dipertimbangkan diberi nama, menjadi jalan Ali Sadikin sebagai aspirasi dari masyarakat Priangan disini kepada tokoh-tokoh Jawa Barat yang dianggap luar biasa," katanya.

Emil sendiri meminta agar Kepala BPJT Danang Parikesit memyampaikan usulan ini secara informal di lingkup Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Ali Sadikin sendiri merupakan tokoh sunda yang pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta. Ali Sadikin lahir di Sumedang, 17 Juli 1927. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement